Payakumbuh – Posyandu Ar Ruhama 1 di Kelurahan Sungai Durian, Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), Kota Payakumbuh, kini resmi bertransformasi menjadi pusat layanan terpadu masyarakat. Jika sebelumnya Posyandu hanya identik dengan pelayanan kesehatan ibu, balita, dan lansia, kini masyarakat dapat menyampaikan berbagai keluhan terkait kebutuhan dasar lainnya di satu tempat yang sama.
Transformasi ini merupakan arahan langsung Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, sebagai tindak lanjut dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2024. Aturan tersebut memperluas fungsi Posyandu menjadi layanan enam bidang dasar yang mencakup kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum (PU), perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum).
Lurah Sungai Durian, Novi Indra, menjelaskan bahwa kehadiran Posyandu dengan fungsi baru ini memberikan manfaat besar karena menjadi pintu pertama bagi berbagai layanan dan pengaduan warga. Menurutnya, melalui transformasi ini, pemerintah daerah tidak hanya memantau kesehatan fisik warga, tetapi juga memetakan masalah infrastruktur hingga isu pendidikan di tingkat kelurahan.
Di Posyandu Ar Ruhama 1, kader kini tidak hanya melayani pemeriksaan kesehatan, tetapi juga aktif menerima laporan mengenai jalan rusak, drainase tersumbat, rumah tidak layak huni (RTLH), hingga anak yang putus sekolah. Bahkan, persoalan gangguan ketertiban umum (trantibum) kini bisa diidentifikasi sejak dini melalui meja pelayanan Posyandu.
Camat Latina, Atemugiarae, menyatakan komitmennya untuk mengimplementasikan perluasan fungsi ini di seluruh Posyandu yang ada di wilayah Kecamatan Latina. Ia menegaskan bahwa inovasi ini bertujuan agar Pemerintah Kota hadir lebih dekat di tengah masyarakat, sehingga warga tidak perlu bingung mencari tempat melapor karena cukup datang ke Posyandu terdekat.
Senada dengan hal tersebut, para kader Posyandu menyambut baik peran baru ini. Meski harus beradaptasi dengan tugas tambahan seperti memetakan persoalan sosial dan infrastruktur, mereka merasa senang karena kini memiliki jalur resmi untuk meneruskan aspirasi warga yang selama ini hanya tersampaikan secara informal.
Dengan konsep baru ini, Posyandu Ar Ruhama 1 telah berevolusi menjadi pusat pelayanan terpadu. Di balik aktivitas rutin timbangan balita, kini tumbuh harapan bahwa segala persoalan warga dapat mulai diselesaikan dari meja sederhana para kader Posyandu. (Bayu)
