Payakumbuh — Mewujudkan visi Payakumbuh Maju Bermartabat bukan sekadar soal angka pertumbuhan ekonomi, melainkan tentang keseimbangan antara kemajuan fisik dan keteguhan hati. Hal inilah yang ditegaskan Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat bertindak sebagai pembina upacara di MTsN 2 Kota Payakumbuh, Senin (04/05/2026).
Dalam arahannya, Wawako menekankan bahwa pembangunan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi melalui UMKM harus berpijak pada fondasi moral yang kokoh. Menurutnya, mustahil mencapai kemajuan yang kompetitif jika generasi mudanya rapuh secara karakter.
Elzadaswarman menyoroti fenomena sosial yang kian mengkhawatirkan sebagai tantangan dalam mewujudkan visi bersama Wali Kota Zulmaeta. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah pengawasan orang tua terhadap anak-anak di waktu krusial, terutama saat peralihan waktu ibadah.
Ia menyebutkan bahwa ancaman itu nyata karena saat waktu magrib masih terlihat anak-anak berkeliaran bebas. Hal ini harus menjadi perhatian bersama karena pendidikan agama bukan sekadar pelajaran di kelas, melainkan benteng bagi anak-anak agar tidak tergerus perilaku menyimpang.
Pemerintah Kota meyakini bahwa penguatan iman dan budaya merupakan langkah strategis untuk membentengi generasi muda. Dengan karakter yang kuat, pemuda Payakumbuh diharapkan mampu mengisi sentra-sentra UMKM yang kompetitif di masa depan dengan integritas dan kreativitas yang tinggi.
Pilar utama visi Payakumbuh kali ini memang menitikberatkan pada tiga hal yang saling mengunci, yakni pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, serta pengembangan UMKM kompetitif. Elzadaswarman mengajak seluruh elemen untuk bergandengan tangan dalam mencegah berbagai bentuk penyimpangan moral sejak dini.
Peningkatan keimanan dan kebudayaan menjadi kunci utama. Jika pondasi mental ini tidak diantisipasi, maka masa depan yang dibangun melalui sektor ekonomi akan terancam karena hilangnya identitas generasi penerus. Melalui momentum ini, Pemko Payakumbuh mengingatkan bahwa kota yang maju adalah kota yang mampu menjaga moralitas anak-anaknya sekaligus menyiapkan mereka menjadi pemenang di sektor ekonomi. (Bayu)
