Payakumbuh — Harapan baru menyelimuti para petani di Payakumbuh Timur. Setelah sempat terpukul akibat cuaca ekstrem yang menyebabkan gagal panen atau puso, kini senyum mereka kembali mengembang seiring langkah cepat Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang menyalurkan bantuan benih jagung unggul untuk pemulihan sektor pertanian.
Bantuan ini diserahkan secara simbolis melalui Kepala Dinas Pertanian, Nila Misna, di Kantor Dinas Pertanian pada Kamis malam. Langkah tersebut menjadi bukti nyata kehadiran pemerintah dalam memberikan solusi instan bagi para pahlawan pangan yang terdampak bencana hidrometeorologi beberapa waktu lalu.
Pemerintah Kota Payakumbuh menyalurkan benih jagung varietas Pioneer 32 kepada Kelompok Tani Serasih dan Kelompok Tani Lubuk Bersama. Bantuan difokuskan untuk memulihkan lahan seluas lima hektare di wilayah Payakumbuh Timur yang sebelumnya terdampak cuaca buruk berdasarkan hasil pengamatan Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan.
Nila Misna menjelaskan bahwa Wali Kota Zulmaeta menekankan agar proses tanam kembali segera dilakukan. Pihak dinas diminta memastikan petani bisa kembali berproduksi tanpa menunggu terlalu lama setelah bencana. Keberhasilan penyaluran ini juga merupakan hasil koordinasi kilat antara Pemerintah Kota dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.
Berdasarkan laporan dampak bencana yang akurat, Pemerintah Provinsi merespons dengan menyediakan 75 kilogram benih siap tanam. Selain itu, Pemerintah Kota Payakumbuh juga memberikan dukungan tambahan berupa benih jagung dan pupuk kompos kepada kelompok tani aktif yang direkomendasikan oleh penyuluh lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Nila juga memberikan pesan tegas agar seluruh bantuan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Ia berharap benih ini benar-benar ditanam oleh kelompok tani penerima dan tidak disalahgunakan atau dijual ke pihak lain agar memberikan manfaat nyata bagi ekonomi masyarakat.
Antusiasme petani terlihat jelas saat menerima bantuan tersebut. Salah satu perwakilan petani mengungkapkan bahwa bantuan ini memberikan semangat baru bagi mereka untuk kembali mengolah lahan setelah sempat terpuruk akibat gagal panen. Sinergi antara pemerintah daerah dan provinsi ini diharapkan terus terjaga demi memastikan keberlanjutan program swasembada pangan di Kota Payakumbuh. (Bayu)
