Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh mengambil langkah berani untuk membersihkan wilayahnya dari ancaman barang haram. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, secara resmi menggandeng institusi pendidikan dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) sebagai upaya kolektif memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mempersempit ruang gerak peredaran narkoba.
Sinergi besar-besaran ini melibatkan Universitas Fort De Kock Bukittinggi, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, serta Poltekkes Pengadaan Nasional Pekanbaru. Fokus utamanya adalah mengintegrasikan program pencegahan ke dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Dengan masuknya akademisi ke dalam barisan ini, upaya pemberantasan narkoba diharapkan tidak lagi hanya sekadar penindakan hukum, tetapi juga melalui pendekatan edukasi yang lebih cerdas dan inovatif.
Zulmaeta menegaskan bahwa daerah tidak akan bisa berkembang optimal tanpa SDM yang berkualitas dan penguasaan ilmu pengetahuan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi kunci untuk melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi warga sekaligus membentengi generasi muda dari pengaruh negatif narkotika.
Di sisi lain, kerja sama khusus dengan BNN Kota Payakumbuh akan memperkuat implementasi program Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN). Melalui gerakan “keroyokan” antara pemerintah, akademisi, dan BNN ini, Payakumbuh optimistis mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, tentram, dan bersih dari narkoba demi masa depan generasi yang lebih gemilang. (Bayu)
