Limapuluh Kota— Mursida yang akrab disapa Sissy tidak mampu menyembunyikan binar bahagia sekaligus gundah di matanya. Siswi MAN 2 Payakumbuh asal Situjuah Batua ini baru saja memenangkan pertarungan intelektual yang sengit dengan lulus di Program Studi Matematika Universitas Andalas melalui jalur prestasi. Namun di balik kebanggaan menembus universitas tertua di luar Pulau Jawa tersebut, ada realita pahit yang harus ia hitung bersama kedua orang tuanya yang telah senja.
Kabar kelulusan tanpa tes itu disampaikan Sissy kepada ayahnya, Syaripudin, pada awal Mei 2026. Mendengar pencapaian sang putri, pria berusia 77 tahun yang akrab dipanggil Pak Ice itu hanya bisa bersyukur dalam kecemasan yang mendalam. Sebagai seorang ayah yang sudah tidak lagi kuat mencari nafkah karena usia, Pak Ice didera ketakutan hebat mengenai cara membiayai mimpi besar putrinya menjadi seorang matematikawan.
Bagi keluarga ini, setiap rupiah adalah perjuangan. Selama ini mereka sangat bergantung pada bantuan anak-anak dari pernikahan sebelumnya serta kedermawanan tokoh masyarakat setempat. Beban Sissy terasa kian berat karena ia memikul tanggung jawab moral yang besar. Jika ia memutuskan mundur karena biaya, peluang adik-adik kelasnya di MAN 2 Payakumbuh untuk masuk ke Unand melalui jalur prestasi akan tertutup di tahun-tahun mendatang.
Dalam kebuntuan itu, Pak Ice hanya bisa bersimpuh di atas sajadah. Usai melaksanakan sholat tahajud dan memohon petunjuk, ia bermimpi didatangi mendiang mantan Wali Nagari Situjuah Batua selama tiga malam berturut-turut. Isyarat langit itu membawanya menemui Fajar Rillah Vesky, putra sang mendiang, yang kemudian bergerak cepat bersama perangkat nagari untuk memberikan bantuan awal.
Meski bantuan telah mengalir, jalan Sissy menuju kampus Limau Manis masih terjal. Proposal permohonan telah diajukan ke Baznas Limapuluh Kota dengan harapan bisa menutupi kebutuhan laptop dan biaya kost. Namun, bayang-bayang aturan birokrasi mengenai integrasi data KIP Kuliah menjadi kekhawatiran tersendiri yang bisa menghambat bantuan berkelanjutan bagi Sissy.
Kini, nasib sang bunga prestasi dari Situjuah ini berada di tangan para dermawan yang tergerak hatinya. Sissy masih sangat membutuhkan dukungan, terutama untuk pengadaan laptop sebagai senjata utamanya bergelut dengan angka-angka di bangku kuliah nanti. Bagi pembaca yang ingin menjadi bagian dari keajaiban untuk masa depan Sissy, dukungan dapat disalurkan langsung melalui nomor handphone keluarga di 083133681914 atau melalui rekening BRI 5506-01-006319-50-9 atas nama Mursida. (Bayu)
