BPBD Ajarkan Siswa SLB jadi Superhero Saat Darurat Bencana

0 0
Read Time:1 Minute, 46 Second

​Payakumbuh – Siapa bilang menjadi pahlawan butuh kekuatan super? Di SLB B Aua Kuning, Payakumbuh Selatan, puluhan siswa membuktikan bahwa keberanian dan kesiapsiagaan adalah kunci utama. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Payakumbuh hadir untuk membekali para siswa disabilitas ini dengan jurus penyelamatan diri dalam simulasi evakuasi yang digelar Rabu (08/04/2026).

​Kegiatan ini bukan sekadar sosialisasi biasa, melainkan upaya nyata mewujudkan mitigasi bencana yang inklusif sesuai arahan Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta. Tujuannya jelas, yakni memastikan setiap individu, termasuk kelompok rentan, memiliki kemampuan untuk menjadi subjek aktif atau pahlawan bagi dirinya sendiri saat situasi darurat melanda.

​Kepala Pelaksana BPBD Kota Payakumbuh, Devitra, menjelaskan bahwa pendekatan khusus sangat diperlukan karena keterbatasan fisik maupun intelektual seringkali menjadi hambatan saat terjadi bencana. Ia menyebutkan bahwa dalam kondisi darurat, kecepatan merespons adalah kunci utama. BPBD hadir untuk memberikan keterampilan dasar agar para siswa tidak hanya menjadi penonton, namun mampu bertindak cepat dan mandiri sesuai kemampuan masing-masing.

​Selama tiga jam, mulai pukul 09.00 hingga 12.30 WIB, sebanyak 50 siswa dan 12 guru dilatih layaknya pasukan khusus. Materi yang diberikan oleh Tim Pusdalops PB BPBD, Meri Handayani, dikemas secara sederhana namun aplikatif. Para siswa diajarkan mengenali tanda bahaya, teknik evakuasi mandiri, hingga cara membantu rekan sejawat di lingkungan sekolah.

​Meri menjelaskan bahwa simulasi tersebut memberikan gambaran nyata kepada para peserta. Melalui latihan ini, mereka menjadi terbiasa dan tidak panik karena sudah memahami langkah-langkah konkret yang harus diambil saat bumi berguncang atau keadaan darurat lainnya terjadi.

​Kepala SLB B Aua Kuning, Silvia Witvita, menyambut antusias transformasi para siswanya. Menurutnya, pemahaman mengenai kebencanaan ini adalah pengetahuan baru yang sangat vital bagi warga sekolah. Ia mengungkapkan bahwa kini siswa menjadi lebih paham mengenai apa yang harus dilakukan, sementara para guru semakin siap dalam mendampingi serta mengarahkan.

​Pihak sekolah berencana mengusulkan agar latihan superhero ini menjadi agenda rutin setiap tiga bulan sekali. Tak hanya berhenti pada latihan fisik, sekolah juga berkomitmen meningkatkan keamanan fasilitas, termasuk menyusun jalur evakuasi standar di area asrama siswa. Dengan kesiapan ini, BPBD Payakumbuh berharap semangat inklusivitas dalam kebencanaan dapat terus terjaga serta memastikan tidak ada satu pun orang yang tertinggal saat bencana menyapa. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %