Payakumbuh – Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra menilai kebangkitan kembali tradisi adat di Kenagarian Aua Kuniang merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membentuk karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus globalisasi.
Saat menghadiri kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari di Balai Adat Aua Kuniang, Minggu (02/08/2026), Wirman menegaskan bahwa pelestarian adat bukan sekadar mengenang warisan leluhur, melainkan benteng pertahanan budaya agar masyarakat tidak kehilangan jati diri.
”Menghidupkan kembali tradisi adat bukan hanya mengenang masa lalu, tetapi memperkuat benteng budaya agar masyarakat tidak kehilangan jati diri di tengah perubahan zaman,” kata Wirman.
Ia mengajak generasi muda untuk terus mengejar pendidikan dan menguasai ilmu pengetahuan serta teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai adat dan agama. Menurutnya, kemajuan zaman harus berjalan seiring dengan pembentukan akhlak yang berlandaskan falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).
Secara khusus, Wirman meminta kaum muda untuk menghidupkan kembali budaya santun melalui penerapan nilai Kato Nan Ampek (Kato Mandaki, Kato Manurun, Kato Mandatag, dan Kato Malinggang). Penerapan etika berkomunikasi khas Minangkabau ini dinilai penting agar hubungan antargenerasi tetap harmonis dan nilai-nilai luhur terus terwariskan.
”Pemuda yang berkualitas adalah mereka yang memegang teguh Kato Nan Ampek—mampu menghormati orang tua, menghargai sesama, serta menjaga sopan santun dalam kehidupan bermasyarakat,” tegasnya.
Wirman menekankan bahwa kecerdasan intelektual tidak akan memberikan manfaat optimal jika tidak diimbangi etika, moral, dan rasa tanggung jawab. Ia mengingatkan pemuda Minangkabau memiliki tanggung jawab besar sebagai parik paga nagari, yakni menjaga marwah kampung halaman sekaligus menjadi penggerak pembangunan. Karena itu, ia mengimbau generasi muda menjauhi narkoba, judi online, dan berbagai perilaku merusak lainnya.
Di akhir penyampaiannya, Wirman menegaskan DPRD Kota Payakumbuh akan terus mendukung kegiatan pelestarian budaya. Ia mengajak niniak mamak, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat untuk tidak lelah membimbing anak kemenakan.
”Mari kita jaga bersama warisan budaya ini. Dengan adat yang tetap hidup, kita tidak hanya membangun Payakumbuh yang maju, tetapi juga melahirkan generasi yang berkarakter, berbudaya, dan berakhlak,” pungkasnya. (Bayu)
