Wali Kota Solok Terima UHC Awards 2026 Kategori Madya: Prestasi yang Hadir dari Kerja Kolaboratif Semua Pihak

1 0
Read Time:3 Minute, 59 Second

SOLOK – Sorotan kebanggaan menyertai perjalanan Pemerintah Kota Solok setelah berhasil meraih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) Awards Tahun 2026 dengan kategori Madya, sebuah pengakuan nyata atas upaya tak kenal lelah dalam memastikan setiap warga memiliki akses layanan kesehatan yang layak. Pemerintah Kota Solok kembali menorehkan capaian membanggakan di tingkat nasional melalui penghargaan yang diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam menjamin hak dasar masyarakat di bidang kesehatan.

Pada acara Deklarasi dan Pemberian Penghargaan Pemerintah Daerah dalam Rangka UHC Tahun 2026 yang digelar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026), Wali Kota Ramadhani Kirana Putra secara langsung menerima penghargaan dari Direktur Utama BPJS Kesehatan Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, M.Sc., Ph.D., AAK. Dalam sambutan saat menyerahkan penghargaan, Prof. Ali Ghufron menyampaikan bahwa Kota Solok menjadi contoh daerah yang mampu menyelaraskan program lokal dengan tujuan nasional JKN, terutama dalam peningkatan kepesertaan dan pemanfaatan layanan yang berkelanjutan. “Kota Solok menunjukkan bahwa dengan kerja sama yang erat antara pemerintah, penyedia layanan, dan masyarakat, kita bisa membawa kesehatan berkualitas hingga ke tingkat paling bawah,” ujarnya.

Penghargaan ini tidak datang begitu saja. Kota Solok dinilai telah memenuhi sejumlah indikator strategis, antara lain cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan yang mencapai lebih dari 95% dari total penduduk, tingkat keaktifan peserta yang stabil di angka 88%, serta komitmen yang kuat dalam mendukung kelangsungan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui alokasi anggaran khusus sebesar Rp 12 miliar untuk subsidi iuran bagi masyarakat kurang mampu dan peningkatan fasilitas kesehatan di tingkat puskesmas maupun rumah sakit daerah. Selain itu, kota ini juga berhasil menurunkan angka kunjungan ke ruang gawat darurat akibat penyakit yang dapat dicegah menjadi lebih dari 30% dalam satu tahun terakhir.

Beberapa program unggulan yang menjadi pijakan keberhasilan ini antara lain “Solok Sehat Bersama” yang menggerakkan lebih dari 500 relawan dan kader posyandu untuk melakukan pendaftaran kepesertaan secara door-to-door, terutama di wilayah perumahan dan desa-desa pinggiran kota. Program ini telah berhasil mendaftarkan lebih dari 15.000 warga yang sebelumnya belum memiliki jaminan kesehatan. Tak hanya itu, program “Rumah Sakit Keliling” yang menggunakan mobil kesehatan berperalatan lengkap menjangkau warga di 8 kecamatan terpencil setiap minggu untuk pemeriksaan kesehatan awal, skrining penyakit tidak menular seperti diabetes dan hipertensi, serta pendaftaran JKN secara langsung.

Selain itu, pemerintah kota juga bekerja sama dengan lebih dari 30 fasilitas kesehatan swasta untuk menyediakan layanan sesuai standar JKN, sehingga pilihan layanan menjadi lebih luas bagi masyarakat. Kerjasama ini juga mencakup pelatihan tenaga medis swasta untuk memastikan kualitas layanan yang konsisten dengan standar nasional. Program tambahan bernama “Keluarga Sehat Solok” juga diluncurkan untuk memberikan edukasi kesehatan dan panduan pola hidup sehat kepada setiap keluarga, dengan fokus pada pencegahan penyakit dan promosi kesehatan.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, dr. Siti Nurhaliza, M.Kes, menjelaskan bahwa upaya peningkatan kualitas layanan juga dilakukan melalui penguatan sistem informasi kesehatan yang terintegrasi, sehingga data pasien dan pelayanan dapat diakses dengan lebih mudah oleh tenaga kesehatan di seluruh fasilitas. “Kita ingin memastikan bahwa setiap warga yang datang berobat mendapatkan pelayanan yang cepat, tepat, dan terkoordinasi dengan baik,” ujarnya.

“Kita tidak bisa mencapai hal ini sendirian. Semua pihak – mulai dari perangkat daerah yang bekerja keras di lapangan, tenaga kesehatan yang selalu siap melayani, hingga dukungan penuh dari masyarakat Solok – menjadi pijakan utama capaian ini,” ujar Wako Ramadhani dengan suara penuh rasa syukur. Ia menambahkan bahwa capaian ini menjadi bukti nyata bahwa komitmen pemerintah daerah dalam bidang kesehatan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi warga. Sebagai contoh, ibu Nurhayati (45 tahun), seorang warga dari Kecamatan Kubung yang sebelumnya tidak memiliki jaminan kesehatan, kini dapat menjalani pengobatan diabetes secara teratur berkat program pendaftaran door-to-door. “Saya sangat bersyukur, sekarang saya tidak perlu khawatir biaya pengobatan lagi,” ujarnya dengan senyum lebar.

Bagi Pemerintah Kota Solok, penghargaan kategori Madya bukanlah akhir perjuangan. Melainkan sebagai batu loncatan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat fasilitas kesehatan di setiap pelosok kota, dan menjangkau lebih banyak warga agar bisa merasakan manfaat jaminan kesehatan. Rencana ke depan mencakup pembangunan dua puskesmas baru di kecamatan yang belum memiliki fasilitas kesehatan memadai, pelatihan berkelanjutan bagi lebih dari 200 tenaga kesehatan, serta perluasan program subsidi iuran untuk kelompok usia produktif yang belum terdaftar, dengan target menutupi 100% kepesertaan pada tahun 2027. Selain itu, pemerintah kota juga akan mengembangkan pusat kesehatan masyarakat yang fokus pada rehabilitasi dan perawatan lanjut bagi pasien dengan penyakit kronis.

“Kita ingin setiap orang di Solok – dari bayi baru lahir hingga lansia, dari masyarakat perkotaan hingga pedesaan – merasa bahwa hak atas kesehatan adalah sesuatu yang nyata dan dapat diraih. Ini adalah langkah kita menuju masyarakat yang sehat, bahagia, dan sejahtera,” tambahnya. Dengan diraihnya penghargaan ini, Pemerintah Kota Solok menegaskan komitmennya dalam mendukung program nasional di bidang kesehatan demi terwujudnya tujuan UHC yang menyeluruh, serta siap berbagi pengalaman dengan daerah lain yang ingin meningkatkan capaian kesehatan masyarakat. (Nal)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %