Payakumbuh — Kemudahan akses layanan publik berbasis teknologi digital membawa Pemerintah Kota Payakumbuh menjadi pusat perhatian nasional. Dengan prinsip urus pajak tinggal scan, Payakumbuh kini menjadi daerah rujukan utama dalam percepatan Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah atau ETPD.
Kepeloporan ini mengantarkan Pemko Payakumbuh terpilih sebagai narasumber dalam kegiatan Capacity Building dan Pendampingan Pengisian Championship TP2DD Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat di Yogyakarta, 9–10 April 2026.
Salah satu alasan kuat mengapa Payakumbuh menjadi primadona adalah keberaniannya menjadi pelopor penerapan QRIS Dinamis sejak tahun 2022. Inovasi ini merevolusi cara masyarakat membayar kewajibannya karena wajib pajak tidak lagi memasukkan nominal secara manual. Nilai tagihan akan langsung muncul pada kode QR sehingga proses pembayaran menjadi lebih cepat, akurat, dan minim kesalahan.
Sekda Rida Ananda menjelaskan bahwa prestasi Payakumbuh sebagai peringkat pertama TP2DD terbaik wilayah Sumatera pada tahun 2025 bukanlah hasil instan. Keunggulan utamanya terletak pada pengembangan sistem yang dilakukan secara mandiri oleh kapasitas internal ASN tanpa bergantung pada pihak ketiga sehingga lebih cepat beradaptasi terhadap perubahan regulasi.
Pada tahun 2025, Payakumbuh juga memperkuat ekosistem tersebut dengan Virtual Account Dinamis untuk mengakomodasi transaksi dalam jumlah besar yang melampaui limit QRIS. Selain itu, terdapat inovasi Sistem Informasi QRIS Dinamis Retribusi Daerah atau SIMQRISDA yang mengintegrasikan layanan pasar, fasilitas olahraga, hingga kebersihan dalam satu notifikasi digital.
Untuk periode 2026–2030, arah kebijakan Wali Kota Zulmaeta dan Wakil Wali Kota Elzadaswarman bergeser dari pembangunan infrastruktur menuju penguatan literasi. Langkah ini mencakup edukasi langsung oleh kolektor PBB-P2 di tingkat kelurahan serta pemberian insentif berupa cashback dan pembebasan denda bagi warga yang bertransaksi secara digital.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Mohammad Abdul Majid Ikram, memuji langkah Payakumbuh yang mampu menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kondisi ekonomi warga. Ia menilai penguatan ekosistem transaksi digital ini akan berdampak positif pada peningkatan rasio PAD terhadap PDRB serta membuka peluang bagi UMKM untuk tumbuh lebih pesat. (Bayu)
