Limapuluh Kota – Siapa bilang kegiatan kemanunggalan TNI selalu berurusan dengan cangkul, semen, atau pembangunan jalan? Di Jorong Buluh Kasok, cerita hangat justru tercipta di dalam aula sekolah, melompati sekat-sekat laporan militer yang kaku.
Kamis (30/7/2026) siang, salah satu ruang kelas SMPN 04 Buluh Kasok disulap menjadi panggung perubahan gaya hidup sehat. Di bawah naungan program Non-Fisik Satgas TMMD Ke-129, belasan warga, dominan emak-emak dan pemuda setempat, berkumpul bukan untuk mendengar ceramah formal, melainkan untuk ‘perang’ membongkar ulang pola makan dapur mereka.
Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Adi Nofriadi Nata menegaskan bahwa pembangunan fisik jalan atau bangunan tidak akan berdampak maksimal jika manusianya tidak sehat. Pihaknya sengaja menggejot program edukasi pangan ini agar masyarakat tidak hanya memiliki akses jalan yang lebih baik, tetapi juga kualitas hidup yang lebih terjamin.
“Benteng pertahanan paling mendasar suatu bangsa berawal dari piring makan di meja keluarga,” urainya.
Kabid Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Pangan kabupaten Limapuluh Kota, Desi, yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa kekayaan hasil bumi lokal sebenarnya sudah sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian. Masyarakat diajak untuk memangkas ketergantungan pada makanan instan bernutrisi rendah dan kembali memanfaatkan pekarangan rumah serta hasil tani sendiri.
Menurutnya, pola konsumsi bernutrisi seimbang adalah kunci utama mencegah stunting dan membentungi keluarga dari bahaya pengawet serta bahan kimia sintetis.
Inisiatif ini pun disambut hangat oleh Kepala Jorong Buluh Kasok, Edison, mengaku bersyukur kampungnya menjadi sasaran program edukasi ini. Ia mengungkapkan, wawasan mengenai pengolahan pangan sehat seperti ini sangat dibutuhkan oleh warga setempat. Dengan adanya arahan langsung dari pakar pangan dan pendampingan dari TNI, warga Jorong Buluh Kasok kini makin paham cara menyajikan makanan bergizi tinggi tanpa harus mengeluarkan biaya mahal.
Ditambahkan Edison, suasana interaktif mewarnai sesi edukasi, warga diajak berdiskusi langsung mengenai cara mengolah bahan pangan lokal agar tidak kalah menggiurkan dibanding makanan pabrikan, sekaligus memastikan asupan vitamin anak-anak terpenuhi dengan optimal.
“Langkah kecil dari aula SMPN 04 Buluhkasok ini menjadi bukti bahwa program TMMD Ke-129 Kodim 0306/50 Kota tak hanya menyentuh sudut-sudut jalan nagari, tetapi juga meresap hingga ke meja makan setiap warga,” tuai Jorong. (Bayu)
