Limapuluh Kota — Isak tangis dan rasa haru tak terbendung menyelimuti Jorong Buluh Kasok-Aia Putiah, Nagari Sarilamak, Kecamatan Harau. Setelah berminggu-minggu berpeluh keringat membangun desa melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0306/50 Kota, para prajurit bertubuh kekar itu kini harus mengemas barang dan berpamitan menjelang penutupan resmi program pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Hingga Selasa (11/8/2026), seluruh pengerjaan fisik maupun non-fisik telah tuntas 100 persen. Akses jalan baru sepanjang 2,7 kilometer kini terbuka lebar, air bersih mengalir deras, dan 7 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) telah berdiri kokoh. Namun, di balik senyum bahagia atas fasilitas anyar tersebut, terselip rasa berat hati yang mendalam dari warga saat harus melepas kepulangan para pahlawan pembangunan mereka.
”Dulu kalau hujan kami selalu cemas, tapi sekarang kami bisa tidur tenang. Terima kasih banyak kepada Bapak-bapak TNI yang sudah peduli dan bekerja tanpa lelah membantu kami,” ucap Misnawati, salah satu warga penerima bantuan rumah, dengan mata berkaca-kaca menahan tangis.
Hal senada dirasakan oleh Damisar, petani setempat yang kini bisa mengangkut hasil panennya dengan mudah berkat jalanan yang sudah mulus. Kebersamaan 110 personel TNI, 5 personel Polri, dan masyarakat selama pengerjaan TMMD telah mengikat hubungan emosional yang amat erat.
Walijorong Buluh Kasok, Edison, tak mampu menyembunyikan rasa harunya atas perubahan besar di wilayahnya sekaligus perpisahan yang harus terjadi.
”Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Dulu akses jalan dan fasilitas di sini sangat terbatas, sekarang semuanya sudah terbuka lebar dan kokoh. Seluruh fasilitas ini akan kami jaga, tapi kebersamaan dengan Bapak-bapak TNI tentu akan sangat kami rindukan,” ungkap Edison.
Komandan Kodim 0306/50 Kota sekaligus Dansatgas TMMD ke-129, Letkol Inf. Adi Nofriadi Nata, menyampaikan bahwa seluruh tetes keringat prajurit dihadiahkan untuk kemajuan warga Buluh Kasok-Aia Putiah kenagarian Sarilamak.
”Jalan dan fasilitas ini adalah urat nadi baru bagi kehidupan warga. Kami ingin memastikan hasilnya memiliki mutu terbaik agar bisa bertahan lama dan benar-benar dinikmati masyarakat,” tegasnya.
Menjelang upacara penutupan TMMD ke-129 pada 13 Agustus 2026 mendatang, para prajurit bertubuh kekar itu bersiap melangkahkan kaki meninggalkan kampuang Buluh Kasok. Mereka pergi tidak hanya meninggalkan jalan mulus dan rumah yang megah, tetapi juga jejak kasih sayang dan kenangan manis yang membuat Buluh Kasok dibanjiri air mata perpisahan. (Bayu)
