Payakumbuh, — Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KP-RI) Balai Kota Payakumbuh terbukti “makin cuan” (keuntungannya terus meningkat.red) di sepanjang tahun 2025 setelah sukses menembus sistem e-katalog versi 6. Inovasi digital pada unit usaha Waserda tersebut menjadi motor utama yang mendongkrak pendapatan hingga melampaui target dan memberikan nilai manfaat lebih bagi seluruh anggotanya.
Dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2025 yang digelar di Aula Josrizal Zain, Selasa (20/01/2026), dilaporkan bahwa KP-RI Balai Kota berhasil membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp350,39 juta. Angka ini menunjukkan pertumbuhan positif sebesar 5,51 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ketua KP-RI Balai Kota Payakumbuh, Arif Siswandi, menjelaskan performa keuangan yang meningkat tajam ini dipicu oleh optimalisasi unit Waserda yang kini hadir di platform digital.
”Waserda kami telah terdaftar di e-katalog versi 6 dengan menyediakan empat etalase, mulai dari makanan-minuman hingga alat tulis kantor (ATK). Hal ini berdampak langsung pada meningkatnya transaksi secara signifikan,” ujar Arif.
Keberhasilan strategi ini terlihat dari realisasi pendapatan yang mencapai Rp754,21 juta, atau melonjak hingga 127,40 persen dari target. Selain dari sektor waserda, kenaikan pendapatan juga didorong oleh tren anggota yang beralih memanfaatkan layanan pinjaman koperasi dibandingkan bank.
Saat ini, KP-RI Balai Kota Payakumbuh memiliki 243 anggota dengan penambahan 30 anggota baru sepanjang tahun 2025. Dengan pengelolaan kas yang produktif, di mana sebagian besar saldo disalurkan untuk kebutuhan pinjaman anggota, koperasi ini optimis dapat terus tumbuh di tahun-tahun mendatang.
Pencapaian tersebut diapresiasi Asisten II Setdako Payakumbuh, Yasrizal. Menurutnya, keberhasilan mencetak laba yang besar harus dibarengi dengan tata kelola yang transparan.
”RAT tepat waktu adalah cermin koperasi yang sehat. Kami bangga KP-RI Balai Kota tidak hanya mampu mengelola administrasi dengan baik, tetapi juga mampu berinovasi sehingga memberikan keuntungan nyata bagi anggotanya,” kata Yasrizal.
Wakil Ketua PKP-RI Sumatera Barat, Nasfizar Guspendri, menegaskan status peningkatan sebuah koperasi sangat bergantung pada loyalitas anggotanya.
“Kalau ingin koperasi terus berkembang dan untung, anggotanya harus aktif bertransaksi karena hasilnya akan kembali lagi ke anggota dalam bentuk SHU,” tuturnya. (Bayu)
