Setelah Badai Berlalu, Cahaya Pemerintah Hadir di Ambang Pintu

0 0
Read Time:1 Minute, 32 Second

​Limapuluh Kota, zonamerah.co – November 2025 mungkin akan selalu diingat sebagai bulan yang kelabu bagi warga di Kecamatan Bukit Barisan dan Gunuang Omeh. Saat itu, langit seolah menumpahkan amarahnya lewat banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang merampas ketenangan dari balik dinding rumah mereka. Namun, pepatah lama mengatakan bahwa pelangi selalu hadir setelah badai, dan kini cahaya itu benar-benar sampai di ambang pintu mereka.

​Pada Jumat, 13 Februari 2026, aula kantor Bupati Sarilamak menjadi saksi bisu kembalinya harapan. Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota secara resmi menerima dana siap pakai stimulan untuk perbaikan rumah terdampak bencana dengan total nilai mencapai 1,92 Miliar rupiah. Bantuan ini bukan sekadar urusan administrasi atau deretan angka di atas kertas, melainkan napas baru bagi 82 Kepala Keluarga yang rumahnya sempat terkoyak alam.

​Penyaluran dana tersebut menyasar warga dengan kategori rumah rusak sedang yang menerima bantuan sebesar 30 juta rupiah, serta kategori rumah rusak ringan dengan bantuan senilai 15 juta rupiah. Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, yang menyaksikan penyerahan bantuan secara daring bersama Menteri Koordinator PMK Pratikno, menyampaikan rasa syukur yang mendalam. Beliau menegaskan bahwa bantuan ini adalah aksi nyata dalam pemulihan pascabencana yang menjadi pemantik bagi masyarakat untuk bangkit kembali.

​Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar pemerintah pusat dalam memulihkan wilayah terdampak di Sumatera Barat yang alokasinya mencapai hampir 17,5 miliar rupiah.

Menko PMK Pratikno berharap agar stimulan ini dapat digunakan masyarakat untuk memperbaiki hunian secara mandiri sehingga kehidupan normal dapat segera dirajut kembali.

​Suasana haru menyelimuti aula saat bantuan diserahkan di hadapan jajaran Forkopimda dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana. Bagi warga penerima, momen ini adalah titik balik setelah berbulan-bulan bertahan dalam keterbatasan. Kini, kepastian untuk memperbaiki atap yang bocor dan dinding yang retak telah berada di tangan. Pemerintah telah menyalakan cahaya, dan kini giliran masyarakat yang menjaganya tetap berpijar melalui semangat gotong royong membangun kembali mimpi mereka. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %