Satu Tahun Sakato: Diplomasi Jemput Bola dan Fondasi Kemandirian Daerah

0 0
Read Time:2 Minute, 15 Second

​Limapuluh Kota – Tepat satu tahun perjalanan H. Safni dan Ahlul Badrito Resha sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi fase krusial dalam meletakkan pondasi pembangunan berkelanjutan. Pasca dilantik pada 20 Februari 2025, pasangan yang akrab disapa SAKATO ini bergerak cepat memetakan potensi sumber daya alam dan manusia demi mewujudkan daerah yang maju serta mandiri. Fokus pembangunan tahun pertama ini menyentuh urat nadi kehidupan masyarakat mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pertanian, hingga ekonomi kerakyatan.

​Komitmen kerakyatan pasangan ini langsung terlihat nyata sejak awal masa jabatan saat mereka membuat keputusan berani menolak pengadaan mobil dinas baru seharga miliaran rupiah. Bupati Safni dengan lantang meminta agar anggaran tersebut dialihkan untuk membeli alat berat ekskavator karena menyadari wilayah Lima Puluh Kota yang rawan bencana alam jauh lebih membutuhkan alat kerja daripada kendaraan mewah pejabat. Langkah efisiensi radikal ini menjadi bukti bahwa kepentingan masyarakat berada di atas segalanya.

​Sadar akan keterbatasan anggaran daerah, Bupati Safni melakukan diplomasi jemput bola tanpa kenal lelah dengan bolak-balik ke Jakarta. Komunikasi intensif dibangun dengan berbagai kementerian seperti Kementerian PU, Kementerian Desa, Kementerian Kesehatan, hingga bertemu langsung dengan Kepala Staf Kepresidenan Letnan Jenderal Purnawirawan Anto Mukti Putranto.

Dukungan politik juga diperkuat melalui sinergi dengan anggota DPR RI asal Sumatera Barat seperti Andre Rosiade, Cindy Monica Salsabila, Alex Indra Lukman, Mulyadi, Zigo Rolanda, dan Ade Rezki Pratama guna memastikan kue pembangunan pusat mengalir ke daerah.

​Kegigihan tersebut membuahkan hasil manis dengan kucuran dana miliaran rupiah untuk rehabilitasi daerah irigasi melalui Inpres 2/2025. Aliran dana ini menyasar perbaikan infrastruktur vital di Bandar Aur Duri, Bandar Baru, hingga Ampang Gadang dengan total anggaran mencapai 8,1 Miliar Rupiah. Tak hanya itu, sektor infrastruktur jalan juga mendapat perhatian serius, di mana perbaikan Jalan Payakumbuh-Lintau kini telah dinikmati masyarakat dengan kondisi yang kembali mulus setelah mendapat respons cepat dari Menteri PU Dody Hanggodo.

​Di bidang sumber daya manusia, SAKATO membawa visi besar dengan rencana pembangunan SMA Taruna Nusantara dan Sekolah Rakyat agar anak-anak daerah memiliki akses pendidikan bermutu tanpa harus keluar provinsi. Pembangunan mental dan karakter juga menunjukkan prestasi gemilang saat Kabupaten Lima Puluh Kota berhasil menyabet gelar Juara Umum MTQ Nasional tingkat Sumatera Barat ke-41 di Bukittinggi. Hal ini diperkuat dengan peluncuran program Sakato Mangaji yang mewajibkan siswa membaca Al-Qur’an sebelum belajar serta program SAKATOLIKO untuk jaminan sosial pekerja rentan.

​Sebagai langkah strategis masa depan, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha juga telah meluncurkan branding Kabupaten Lima Puluh Kota sebagai The Central Of Agro. Langkah ini mempertegas citra daerah sebagai pusat agrobisnis dan agroindustri berbasis potensi lokal.

Satu tahun memang baru permulaan namun di bawah kepemimpinan SAKATO, arah pembangunan Lima Puluh Kota kini semakin terang dengan perpaduan antara ketegasan dalam efisiensi dan kegigihan dalam membangun nagari. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %