Payakumbuh – Suasana haru biru menyelimuti Kampus Akasia. Isak tangis tertahan dan pelukan hangat menjadi pemandangan utama saat ratusan siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 3 Payakumbuh merayakan momen perpisahan mereka, Kamis (09/04/2026). Meski mata nampak sembab karena kesedihan harus meninggalkan almamater tercinta, namun sorot mata para siswa menunjukkan hati yang mantap untuk melangkah ke jenjang berikutnya.
Keteguhan hati para lulusan ini tak lepas dari hadirnya Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang memberikan suntikan motivasi di tengah suasana emosional tersebut. Kedatangan pria yang akrab disapa Om Zet ini disambut antusias oleh seluruh sivitas akademika. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa air mata hari ini adalah pupuk untuk keberanian di masa depan, karena dunia luar jauh lebih dinamis daripada bangku sekolah.
”Dunia akan berubah, dan yang abadi itu merupakan perubahan. Kita semua harus siap dan kuat menghadapi ini agar tidak canggung dalam menjalani perjalanan ke depan yang berlangsung sangat cepat,” ujar Elzadaswarman di hadapan para siswa dan guru. Agar hati para siswa semakin mantap, Om Zet menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional spiritual (ESQ), dan kecerdasan emosional (EQ).
Lebih lanjut, ia berpesan agar para lulusan tidak cepat berpuas diri dengan kelulusan ini. Menurutnya, tantangan ke depan menuntut kekuatan mental dan semangat yang lebih besar karena mereka akan segera mencicipi kehidupan yang sesungguhnya. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi dan silaturahmi, karena menurutnya kesuksesan tidak hanya diukur dari nilai akademis semata, melainkan dari seberapa besar manfaat seseorang bagi orang lain.
Kepala SMAN 3 Payakumbuh, Iswandi, mengungkapkan rasa terima kasih dan bangganya atas kehadiran Wawako di tengah kesibukannya. Baginya, kehadiran sosok pimpinan daerah di tengah momen emosional para siswa adalah motivasi luar biasa bagi anak-anak yang akan menginjak babak baru dalam kehidupan.
Acara perpisahan tersebut juga dimeriahkan dengan berbagai pertunjukan seni, pembacaan kesan dan pesan, serta prosesi pelepasan simbolis oleh Wakil Wali Kota. Meski kegiatan ditutup dengan suasana yang sangat khidmat dan mengharukan, para lulusan melangkah keluar dari gerbang Kampus Akasia dengan kepala tegak, siap meninggalkan almamater biru putih menuju masa depan yang lebih cerah. (Bayu)
