​Saat Matahari Terbenam, Ekonomi Kreatif Payakumbuh Mulai Terbit

0 0
Read Time:2 Minute, 43 Second

​Payakumbuh — Ketika semburat jingga mulai menyelimuti langit, sebuah harapan baru justru baru saja melesat tumbuh. Pemerintah Kota Payakumbuh terus membuktikan komitmennya dalam menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai motor penggerak daerah. Momentum ini tertuang indah dalam perhelatan Selatan Sunset Festival 2026 yang digelar di kawasan elok Gadih Angik, Kecamatan Payakumbuh Selatan, Rabu (24/6/2026).

​Festival yang memadukan pesona alam, kekayaan seni budaya, dan geliat produk UMKM lokal ini menjadi panggung utama untuk memperkenalkan destinasi unggulan Payakumbuh Selatan. Lebih dari sekadar perayaan visual, acara ini merajut peluang ekonomi yang lebih luas dan nyata bagi masyarakat setempat.

​Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, melalui Wakil Wali Kota Elzadaswarman, menyampaikan bahwa langkah mengembangkan pariwisata sejatinya adalah upaya memuliakan kesejahteraan masyarakat lewat karunia alam yang dimiliki daerah.

​Visi ini sejalan dengan cita-cita besar Pemerintah Kota Payakumbuh dalam mewujudkan “Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif.” Lewat festival berbasis masyarakat seperti ini, Pemko Payakumbuh berikhtiar melahirkan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru yang berakar pada potensi lokal.

​”Mari kita bangkitkan perekonomian kita melalui sektor pariwisata dengan memanfaatkan keindahan alam yang dimiliki Payakumbuh. Potensi ini harus kita kelola bersama agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Elzadaswarman.

​Di mata Elzadaswarman, Gadih Angik bukan sekadar hamparan spasial. Kawasan ini menyimpan daya pikat magis: hamparan persawahan yang hijau membentang, panorama perbukitan yang membingkai langit, serta ketenangan pedesaan yang masih murni. Semua itu adalah modal berharga dalam memperkuat daya saing pariwisata Kota Payakumbuh. Namun, ia mengingatkan bahwa keindahan senja akan sempurna jika dibarengi dengan kesadaran menjaga lingkungan.

​”Kebersihan adalah cermin kenyamanan. Ia menjadi faktor utama yang menentukan apakah wisatawan akan pulang dengan kerinduan untuk kembali berkunjung,” tambahnya.

​Kehadiran festival ini juga mendapat apresiasi hangat dari berbagai tokoh daerah. Tampak hadir dalam pembukaan acara, Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wirman Putra, Asisten II Setdako Payakumbuh Nofriwandi, Ketua GOW Kota Payakumbuh Ny. Yeni Elzadaswarman, serta Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Yunida Fatwa, yang berbaur bersama ratusan pengunjung yang memadati lokasi.

​Sementara itu, Ketua Pelaksana Abdalah Razik Rahman menjelaskan bahwa Selatan Sunset Festival dirancang sebagai wadah hibrida. Sebuah ruang temu di mana pariwisata, tradisi, seni, dan ekonomi kreatif masyarakat Payakumbuh Selatan melebur menjadi satu simfoni yang indah.

​”Kami ingin menghadirkan ruang yang mempertemukan seluruh kekayaan lokal ini. Melalui festival ini, masyarakat luas dapat menyaksikan langsung potensi besar yang dimiliki Payakumbuh Selatan,” ungkap Rahman.

​Selama ini, Gadih Angik akrab dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian penting di Payakumbuh. Kini, dengan sentuhan kreativitas dan lanskap alamnya yang memesona, kawasan tersebut bertransformasi menjadi destinasi wisata berbasis alam dan budaya yang menjanjikan.

​Keterlibatan aktif para pelaku UMKM dan komunitas seni di saat senja merona bukan tanpa alasan. Rahman menegaskan, perputaran ekonomi langsung di tangan masyarakat adalah denyut nadi utama dari festival ini.

​”Kami berharap kegiatan ini tidak sekadar menjadi panggung hiburan yang usai saat malam tiba, melainkan mampu membuka pintu-pintu rezeki baru bagi pelaku UMKM dan komunitas kreatif yang menjadi pilar pariwisata daerah kita,” harapnya.

​Ketika Selatan Sunset Festival 2026 mempertemukan malam dan siang, ia meninggalkan jejak yang mendalam, kunjungan wisata yang menggeliat, rasa cinta pada budaya yang menebal, serta kolaborasi yang makin erat antara pemerintah dan warganya. Bagi masyarakat Payakumbuh, festival ini adalah bukti nyata bahwa saat matahari terbenam di ufuk barat, fajar ekonomi kreatif mereka justru baru saja dimulai. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %