Limapuluh Kota – Pesona Kelok IX memang tidak pernah gagal mencuri hati. Terlalu menawannya pesona jembatan Kelok IX ternyata menjadi magnet kuat yang tak hanya memanjakan mata. Di balik keindahan jembatan layang yang ikonik itu, tersimpan tantangan besar dalam mengelola arus lalu lintas, terutama saat ribuan perantau mulai memutar kemudi untuk kembali ke tanah rantau
Memastikan momen arus balik tetap nyaman dan jauh dari kata “macet total”, Kapolres 50 Kota, AKBP Syaiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., memilih tidak hanya memantau dari balik meja. Pada Selasa (24/3/2026), ia terjun langsung ke aspal panas jalur lintas Sumbar–Riau. Didampingi Kabag Ops, Kasi Propam, dan personel Operasi Ketupat Singgalang 2026, Kapolres menyisir titik-titik yang kerap menjadi jantung kepadatan. Salah satunya adalah kawasan di depan SPBU Air Putih, tempat kendaraan sering kali mengular.
”Secara umum, arus lalu lintas masih terkendali dan lancar. Namun, volume kendaraan memang mengalami peningkatan signifikan,” ujar AKBP Syaiful Wachid di sela-sela kegiatannya.
Ia mengakui bahwa kepadatan ini adalah perpaduan antara arus balik masyarakat pasca libur dan tingginya animo wisatawan yang sekadar ingin berhenti sejenak menikmati panorama Kelok IX. Kecantikan tebing dan jembatan inilah yang sering kali membuat laju kendaraan melambat karena daya tarik visualnya yang luar biasa.
Sembari memantau, Kapolres juga menyempatkan diri menyapa para pengendara, baik roda dua maupun roda empat. Dengan nada yang tegas namun tetap santun, ia menitipkan pesan keselamatan.
“Kami menghimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati. Patuhii aturan, dan yang paling penting, jaga kondisi fisik agar tetap prima. Ingat, keselamatan adalah yang utama, karena ada keluarga yang menanti di tujuan,” tambahnya.
Melalui aksi turun lapangan ini, Polres 50 Kota berharap situasi Kamseltibcarlantas tetap terjaga. Pun berharap, para perantau bisa pulang dengan kenangan indah tentang terlalu menawannya Ranah Minang, tanpa harus terhambat oleh kemacetan yang melelahkan. (Bayu)
