​Rawat Jati Diri Minangkabau, Wirman Putra Apresiasi Tradisi Manjopuk Sumando Limbukan

0 0
Read Time:1 Minute, 59 Second

​Payakumbuh — Sebagai upaya nyata merawat jati diri dan kelestarian adat istiadat Minangkabau di tengah gempuran era modern, kegiatan adat bertajuk “Mambangkik Adat Salingka Nagari” sukses digelar di Nagari Limbukan. Acara yang mengusung tema “Manjopuk Sumando di Nagori Limbukan” ini berlangsung khidmat di gedung Kerapatan Adat Nagori (KAN) Limbukan, Kecamatan Payakumbuh Selatan, pada Minggu (5/7/2026) pagi.

​Kehadiran Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, Dt. Mantiko Alam, dalam acara tersebut menjadi bentuk nyata dari tanggung jawab moral dan kepedulian yang mendalam dari seorang tokoh masyarakat terhadap kelestarian budaya lokal.

​Dalam sambutannya sebelum membuka acara secara resmi, Wirman Putra menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Panitia Pelaksana dan Pengurus KAN Limbukan atas suksesnya gelaran tradisi ini.

​“Saya bangga dan sangat mengapresiasi yang luar biasa kepada Panitia Pelaksana, Pengurus KAN Limbukan, Bundo Kanduang, serta seluruh unsur anak nagori yang telah bekerja keras mengangkat kembali tradisi Manjopuk Sumando ke permukaan,” ujar Wirman semangat.

​Menurut Wirman, tradisi “Manjopuk Sumando” bukan sekadar tontonan visual biasa, melainkan sebuah tuntunan hidup yang kaya akan nilai-nilai moral, etika berkomunikasi, dan tata cara adat perkawinan. Nilai-nilai inilah yang harus diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri sebagai orang Minangkabau.

​Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh Panitia bersama Pengurus KAN Limbukan ini memiliki nilai strategis yang kuat. Apalagi, program “Mambangkik Adat Salingka Nagari” ini telah resmi masuk ke dalam kalender iven Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh untuk mempromosikan sekaligus merawat kekayaan budaya di setiap nagari.

​Sebagai bentuk konkret dari apresiasinya, Ketua DPRD Kota Payakumbuh ini menegaskan komitmen penuh lembaga legislatif yang ia pimpin untuk selalu mendukung iven yang mengutamakan kelestarian adat dan budaya daerah.

​“Saya akan selalu mendukung program-program yang bertujuan untuk pemajuan kebudayaan daerah, penguatan peran Kerapatan Adat Nagori (KAN), serta pelestarian hukum adat Salingka Nagori,” ungkap Wirman.

​Di akhir arahannya, Wirman mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, hingga generasi muda, untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dinilai penting demi mewujudkan Kota Payakumbuh yang maju namun tetap kokoh memegang prinsip ‘Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah’.

​Acara pembukaan tersebut ditandai dengan prosesi simbolis dan dilanjutkan dengan rangkaian simulasi serta pagelaran kesenian talempong. Warga yang hadir juga disuguhi penampilan prosesi tradisi Manjopuk Sumando di Limbukan, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama serta makan siang beradat (makan bajamba) bersama seluruh tokoh masyarakat dan undangan. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %