PADANG -– Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sumatera Barat periode 2024–2029 resmi dilantik di Auditorium Gubernuran pada Selasa (3/2/2026). Pelantikan ini menjadi titik balik bagi kedua organisasi setelah melalui masa dinamika panjang di tingkat pusat dan daerah.
Pengurus PWI Sumbar dilantik langsung oleh Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, sedangkan pengurus IKWI Sumbar oleh Ketua Umum IKWI Pusat, Indah Kirana. Kehadiran kedua pimpinan tertinggi ini menunjukkan arti strategis pelantikan dalam struktur organisasi nasional.
Akhmad Munir mengakui bahwa PWI secara nasional menghadapi masalah serius hampir dua tahun terakhir, dan Sumbar termasuk daerah yang terdampak kuat bahkan sempat dibekukan. Namun, fase dualisme kepengurusan yang muncul di pusat akhirnya terselesaikan melalui kesadaran bersama. Terpilihnya dirinya dan Zulmansyah Sekedang sebagai Sekretaris Jenderal menjadi titik penyatuan organisasi.
“Dengan berakhirnya dualisme di pusat, maka di daerah juga kembali satu komando. Kini PWI harus fokus menjalankan peran sebagai organisasi profesi wartawan,” ujarnya.

Sebelum pelantikan, Zulmansyah Sekedang membacakan SK kepengurusan PWI Sumbar. Ketua PWI Sumbar, Widya Navies, menjelaskan bahwa kepengurusan ini merupakan hasil Konferensi Luar Biasa (KLB) pada 24 Mei 2024, namun pelantikan tertunda akibat dinamika di pusat yang berdampak pada administrasi daerah. Bahkan, PWI Sumbar mengalami tiga kali revisi SK sebagai bagian penyesuaian struktur, yang menjadi catatan sejarah tersendiri.
Mewakili Gubernur Sumbar, Sekretaris Daerah Arry Yuswandi menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar PWI dan IKWI menjadi mitra strategis pemerintah. Ia berharap media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga berperan dalam edukasi publik, mitigasi bencana, dan menjaga stabilitas sosial melalui pemberitaan berimbang.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Sawir Pribadi, menambahkan bahwa pelantikan ini bisa terlaksana setelah berbagai penyesuaian. Ia berharap momentum ini menjadi awal penguatan soliditas internal dan mempererat hubungan pusat-daerah demi kemajuan organisasi dan profesionalisme wartawan. (Nal)
