Payakumbuh, zonamerah.co – Angin kencang yang menderu pada Senin pukul 15.00 WIB menyisakan trauma bagi Srima Murtis. Rumah yang ia tinggali bersama tiga anaknya di Kapalo Koto Ampangan terbelah dua setelah dihantam pohon kelapa yang tumbang.
Namun, duka Srima sedikit terobati dengan kehadiran jajaran Pemko Payakumbuh pada Selasa (13/1/2026) pagi. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima bantuan darurat berupa sembako, terpal dan perlengkapan masak dari Dinas Sosial.
“Kami merasa tidak sendirian. Bantuan terpal dan alat masak ini sangat berarti bagi kami saat ini,” ungkapnya.
Tak hanya bantuan darurat, harapan untuk memiliki rumah kembali juga terbuka lebar. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) telah menetapkan rumah Srima sebagai prioritas rehabilitasi bangunan.
Di tengah puing-puing bangunan yang kini tak lagi utuh, Srima Murtis tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Sambil menyeka air mata, ia menceritakan detik-detik mencekam saat angin kencang merobohkan pohon kelapa tepat di atas tempat tinggalnya.
”Semuanya terjadi begitu cepat. Suara gemuruh angin sangat menakutkan, dan tiba-tiba ada dentuman keras. Saya hanya memikirkan keselamatan anak-anak. Saat melihat kondisi rumah yang terbelah, saya sempat bingung harus mengadu ke mana,” kenang Srima dengan suara bergetar.

Namun, kehadiran jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh dalam waktu kurang dari 24 jam membawa secercah harapan baginya. Ia mengaku sangat bersyukur atas bantuan sembako dan terpal yang diberikan untuk perlindungan sementara.
”Saya sangat berterima kasih kepada Bapak Walikota dan seluruh dinas yang datang. Bantuan ini bukan hanya soal barang, tapi memberikan kami ketenangan bahwa kami tidak sendirian menghadapi musibah ini. Rencana perbaikan rumah dari Dinas PKP adalah tumpuan harapan bagi masa depan anak-anak saya agar kami bisa punya tempat bernaung yang aman lagi,” tuturnya.
Belajar dari kejadian di Kapalo Koto Ampangan, Kepala Dinas Sosial memberikan peringatan serius kepada seluruh masyarakat Payakumbuh. Mengingat cuaca yang sering tidak bersahabat (angin kencang). Warga diminta untuk cek lingkungan sekitar dengan memeriksa kembali pohon-pohon tinggi, seperti kelapa atau pohon besar lainnya yang berada di dekat area pemukiman.
”Segera lakukan penebangan atau pemangkasan jika pohon dirasa sudah tua atau membahayakan bangunan rumah. Selalu memantau peringatan cuaca agar dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal.
Selain itu, pemerintah berharap kesadaran masyarakat dalam memangkas pohon yang berisiko dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.
“Semoga bantuan ini bermanfaat dan dapat sedikit meringankan beban saudara kita yang sedang tertimpa musibah,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Payakumbuh di sela-sela penyerahan bantuan.
Kehadiran pemerintah di lokasi menjadi bukti nyata komitmen pelayanan publik di tengah bencana. Rudi, seorang warga setempat, mengapresiasi kesigapan ini, “Ini menunjukkan pemerintah benar-benar hadir saat rakyat kesulitan,” singkatnya. (Bayu)
