Limapuluh Kota, zonamerah.co – Suasana tenang di Jorong Simpang Tigo, Nagari Sariak Laweh, seketika luruh dalam duka mendalam pada Selasa (3/3) siang. Langkah kaki Gusmaini Varianti (45) menuju area kebun jeruk dekat kandang sapi miliknya di Lubuak Kuranji, ternyata menjadi pengabdian terakhirnya sebagai seorang penjaga ternak yang gigih.
Keheningan siang itu pecah saat Naura (12), putri kandung korban, pulang sekolah dengan riang. Bermaksud menyusul sang ibu ke kandang, bocah malang itu justru mendapati kenyataan pahit yang takkan pernah terlupakan. Di lokasi kejadian, Naura histeris melihat ibunya sudah terbujur kaku dalam posisi telungkup, tak lagi bernyawa.
Langkah kecil Naura pun berlari kencang sejauh 500 meter demi mencari pertolongan. Saksi mata, Candra Wisnaidi (49) dan Murtida Danti (48), segera bergegas menuju TKP. Di sana, pemandangan memilukan tersaji, korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan tanpa busana, sementara sapi jantan miliknya telah menghilang dari tambatan.
Berdasarkan identifikasi awal, takdir berkata lain bagi Gusmaini. Ia diduga kuat menjadi korban amukan sapi pejantan miliknya sendiri. Hewan ternak tersebut diduga menyeruduk korban secara berulang kali hingga pakaian yang dikenakannya terlepas. Tak jauh dari lokasi, warga akhirnya menemukan sapi tersebut sekitar 400 meter dari TKP dan segera mengamankannya di sebatang pohon cokelat.
Aparat dari Polres Payakumbuh, dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim bersama Camat Akabiluru dan Kepala Puskesmas Batu Hampar, langsung turun tangan melakukan evakuasi. Jasad korban sempat dibawa ke RSUD dr. Adnaan WD Payakumbuh untuk keperluan visum.
Kapolres Payakumbuh melalui Kapolsek Akabiluru, AKP Marjohan, mengonfirmasi bahwa kepergian Gusmaini telah diterima dengan penuh ketabahan oleh keluarga sebagai musibah murni.
”Pihak keluarga menyatakan ikhlas dan menolak untuk dilakukan otopsi dalam. Hal ini diperkuat dengan surat pernyataan resmi yang telah ditandatangani,” ungkap AKP Marjohan.
Kini, di bawah langit Akabiluru yang meredup, jasad sang penjaga ternak telah diserahkan kepada keluarga. Jenazahnya diantar menuju peristirahatan terakhir, meninggalkan jejak kasih bagi keluarga yang ditinggalkan. (Bayu)
