Peristiwa Situjuah: Warisan Abadi Bela Negara dari Tanah Minang

0 0
Read Time:1 Minute, 24 Second

​Limapuluh Kota — Peristiwa Situjuah bukan sekadar catatan kelam masa lalu, melainkan warisan nilai bela negara yang harus terus hidup dalam ingatan kolektif masyarakat. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, saat menghadiri upacara peringatan Peristiwa Situjuah ke-77 di Lapangan Khatib Sulaiman, Nagari Situjuah Batua, baru-baru ini.

Melalui peringatan ke-77 dengan tema “Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju”, Pemerintah daerah berharap estafet nilai perjuangan Situjuah tidak terputus, sehingga semangat bela negara tetap menjadi identitas yang melekat bagi setiap anak cucu di Tanah Minang.

​Elzadaswarman menekankan bahwa momentum ini adalah pengingat vital bagi generasi muda tentang mahalnya harga sebuah kemerdekaan.

​“Hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi pengingat bagaimana para pendahulu kita berjuang mempertahankan negara ini. Rasa nasionalisme, persatuan, dan rasa memiliki harus menjadi landasan kita membangun daerah dan negara,” ujar Elzadaswarman usai prosesi upacara.

​Ia menambahkan bahwa refleksi sejarah ini diharapkan mampu memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keutuhan NKRI. Nilai-nilai perjuangan Situjuah dinilai tetap sangat relevan untuk diimplementasikan di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.

​Senada dengan hal tersebut, Bupati Limapuluh Kota, Safni, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara, menyebut Peristiwa Situjuah sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah nasional. Peristiwa yang terjadi pada 15 Januari 1949 tersebut merupakan bukti nyata kegigihan rakyat Minangkabau dalam melawan agresi penjajah demi kedaulatan Indonesia.

​“Mereka berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan salah satu wujud spirit perjuangan yang luar biasa adalah Peristiwa Situjuah. Ini adalah peristiwa nasional,” tegas Safni dalam amanatnya.

​Upacara tersebut juga dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Sumbar, Ahmad Zakri, Wakil Bupati Lima Puluh Kota, Ahlul Badrito Resha, serta unsur Forkopimda. Sebagai bentuk penghormatan tertinggi, rangkaian kegiatan ditutup dengan prosesi tabur bunga di makam para pahlawan. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %