​Penonton Film Urang Bunian Merinding Lihat Aksi Heroik Anton Permana

0 0
Read Time:1 Minute, 51 Second

​Padang – Para pecinta genre horor di Tanah Air resmi disuguhi sajian mencekam yang diangkat dari mitologi lokal Minangkabau. Film horor terbaru produksi DHF Entertainment berjudul Urang Bunian, karya sutradara Rendy Herpy, resmi tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai hari ini, 13 September 2026.

​Penayangan perdana di Bioskop XXI Basko City Mall Padang berlangsung sangat meriah dan dipadati oleh para tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, hingga anak nagari Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh. Namun, dari seluruh rangkaian cerita, aksi heroik Anton Permana Dt. Hitam menjadi sorotan utama yang paling sukses membuat penonton merinding di dalam bioskop.

​Kisah berawal dari aksi nekat Teddy (Dimas Aditya), seorang prajurit TNI, yang berniat pulang ke kampung halaman istrinya, Annisa, di Sumatera Barat. Didampingi sahabatnya, Kevin (Fauzan Nasrul), mereka menempuh perjalanan darat menuju kawasan pedalaman. Petaka dimulai saat mereka mengabaikan wejangan warga lokal dan nekat menembus pekatnya malam, keputusan fatal yang membawa mereka terjebak di labirin gaib tempat Urang Bunian bersemayam.

​Di tengah situasi yang makin mencekam, ketegangan bioskop memuncak saat karakter Mak Datuak, paman dari Annisa, bertaruh nyawa menembus dimensi mistis demi menyelamatkan mereka. Karakter ini diperankan langsung secara ikonis oleh Anton Permana Dt. Hitam (Niniak Mamak Koto Nan Ampek, Kota Payakumbuh). Aksi berani dan penuh risiko yang dibawakan Anton tidak hanya menambah bobot kultural yang kuat, tetapi juga berhasil memacu adrenalin para penonton.

Usai pemutaran film, kesan mendalam terhadap peran Anton Permana dirasakan langsung oleh para penonton. Dina, salah satu penonton yang hadir, mengaku merinding sepanjang alur cerita berjalan, khususnya saat adegan penyelamatan tersebut.

​”Dari awal sampai akhir tegang banget, terutama pas aksi penyelamatannya. Suasana hutannya berasa riil dan bikin kaget,” ujarnya.

​Apresiasi tinggi juga datang dari Bundo Kanduang Nagari Koto Nan Ampek, Wulan Denura. Menurutnya, kehadiran Anton Permana sebagai figur Niniak Mamak memberi kekuatan tersendiri bagi film ini.

​”Ceritanya sangat kuat memadukan mitos lokal Minangkabau dengan pesan adat agar kita selalu menghormati kearifan lokal,” tutur Wulan Denura.

​Sementara itu, penonton lain seperti Ami dan Rolly menegaskan bahwa kualitas visual serta akting totalitas Anton Permana bersama jajaran pemeran lainnya membuat film ini sangat berkesan. Duet akting Dimas Aditya dan Fauzan Nasrul yang berpadu dengan ketegangan peran Anton Permana menjadikan atmosfer kebudayaan dalam Urang Bunian terasa sangat riil, sakral, dan wajib ditonton di bioskop. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %