Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh memperkuat pemanfaatan data dan informasi geospasial sebagai dasar perencanaan pembangunan. Langkah ini diambil agar kebijakan, penetapan program prioritas, dan pengalokasian anggaran berjalan sesuai kondisi faktual serta kebutuhan masyarakat di setiap wilayah.
Hal itu disampaikan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta melalui Asisten III Setdako Ifon Satria saat membuka Sosialisasi Optimalisasi Pemanfaatan Data dan Informasi Geospasial di Aula Kantor Bappeda Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026). Kegiatan ini dihadiri para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan perwakilan Perumda Tirta Sago, dengan menghadirkan narasumber Dr. Arie Yulfa dari Universitas Negeri Padang (UNP).
Ifon menegaskan bahwa kualitas pembangunan sangat ditentukan oleh akurasi dan kevalidan data. Menurutnya, data geospasial memiliki nilai strategis karena menyajikan lokasi dan sebaran potensi maupun persoalan secara riil di lapangan.
“Semakin lengkap, akurat, dan terintegrasi data yang kita miliki, semakin tepat pula kebijakan dan arah pembangunan yang dapat kita tentukan,” ujar Ifon.
Pemanfaatan data berbasis lokasi ini mencakup berbagai sektor vital, mulai dari perencanaan tata ruang untuk menentukan pemanfaatan lahan yang terarah, penyusunan kebijakan berbasis bukti agar anggaran tepat sasaran, hingga pemetaan kawasan rawan bencana dan jalur evakuasi.
Selain itu, data ini juga dimanfaatkan dalam pengelolaan keuangan daerah untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pendataan objek pajak dan aset, serta peningkatan pelayanan publik seperti pemetaan kebutuhan jalan, air bersih, dan fasilitas dasar masyarakat.
Untuk mendukung keberlanjutannya, Pemko Payakumbuh melalui Bappeda terus memperkuat simpul jaringan geospasial antarlembaga serta meningkatkan kapasitas SDM aparatur dalam mengelola data. Langkah ini diharapkan mampu memperkecil kesenjangan antara perencanaan pembangunan dan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. (Bayu)
