Payakumbuh — Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh mengambil langkah tak biasa dalam mengendalikan inflasi daerah. Sebanyak 2.300 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemko Payakumbuh kini disulap menjadi petani bawang merah mandiri melalui program inovasi urban farming bertajuk PETANI BERDASI (Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi).
Program tersebut diluncurkan secara resmi oleh Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, dalam apel bersama yang dilanjutkan dengan aksi penanaman bawang merah di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh, Jumat (11/9/2026) pagi.
Melalui gerakan ini, para pegawai yang biasanya fokus pada pelayanan publik dan urusan administrasi diajak ikut memproduksi bahan pangan pokok di pekarangan kantor masing-masing. Setiap ASN dibagikan satu polybag media tanam dan dua Benih Siap Tanam (BST) bawang merah varietas unggul untuk dirawat secara berkala.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menegaskan bahwa strategi ini dirancang untuk mengubah peran ASN dari konsumen pasif menjadi produsen mandiri, sekaligus menekan gejolak harga komoditas bawang merah yang selama ini kerap memicu inflasi akibat ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Menurut Zulmaeta, sebanyak 2.300 ASN Pemko Payakumbuh ditransformasikan dari sekadar konsumen menjadi produsen mandiri. Ia menyampaikan bahwa gerakan ini bukan sekadar kegiatan menanam, melainkan upaya membangun kesadaran bahwa pengendalian inflasi merupakan tanggung jawab bersama.
Selain memberi dampak langsung pada ketersediaan pangan lokal, keberadaan kebun bawang di lingkungan perkantoran pemerintah juga diharapkan menjadi contoh nyata bagi masyarakat yang datang mengurus administrasi. Zulmaeta berharap aksi para pegawai ini memicu efek domino hingga ke rumah tangga dan lingkungan tetangga ASN.
Untuk memastikan keberlanjutannya, para kepala perangkat daerah diinstruksikan mengawal perawatan tanaman dengan menyisipkan agenda pemantauan dan dokumentasi perkembangan tanaman pada apel pagi rutin.
Peluncuran PETANI BERDASI ini juga dirangkaikan dengan penguatan produksi padi hamparan melalui program GraNILA JARWO (Gratis Benih Berlabel dengan Sistem Penanaman Jajar Legowo).
Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, menjelaskan bahwa program GraNILA JARWO menyasar lahan pertanian seluas 250 hektare dengan memberikan bantuan benih unggul bersertifikat sebanyak 25 kg per hektare, bantuan pupuk kompos, serta bantuan upah tanam.
Melalui perpaduan aksi ASN menanam bawang dan efisiensi budidaya padi kelompok tani, Pemko Payakumbuh menempatkan pengendalian inflasi tidak hanya pada sisi intervensi pasar, melainkan pada penguatan produksi pangan dari akar rumput. (Bayu)
