​Peluh Prajurit Menyeka Air Mata Cemas Keluarga Siul di Buluh Kasok

0 0
Read Time:2 Minute, 36 Second

Limapuluh Kota – ​Di bawah terik matahari yang menembus sela-sela perbukitan hijau Jorong Buluh Kasok, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, riuh suara palu bertalu-talu beradu dengan tawa hangat. Debu semen yang beterbangan dan aroma kayu basah menjadi saksi buas dari sebuah perubahan besar. Di tanah berundak ini, sekelompok prajurit TNI dan warga setempat sedang sibuk menata masa depan, merajut kembali mimpi-mimpi yang sempat terkikis oleh keterisolasian.

​Bagi warga setempat, kehadiran 150 personel gabungan di bawah komando Letnan Kolonel Inf Adi Nofriadi Nata dalam program TNI Manunggal Membangun Desa/Nagari (TMMD/N) ke-129 Kodim 0306/50 Kota layaknya keluarga baru yang membawa berkah. Mereka melebur, memindahkan kayu demi kayu untuk mendirikan dinding-dinding kokoh pelindung keluarga.

​Di antara riuhnya gotong royong itu, ada satu pasang mata yang tidak sanggup menyembunyikan getir sekaligus bahagia. Ia adalah Siul (40), salah satu warga yang terpilih menerima manfaat program pembangunan Rumah Layak Huni (RLH).

​Selama bertahun-tahun, Siul dan keluarganya harus bertahan di dalam hunian yang jauh dari kata layak. Setiap kali awan hitam menggantung di langit Buluh Kasok, dada Siul selalu berdegup kencang. Hujan deras bukan sekadar berkah alam bagi mereka, melainkan ancaman kecemasan yang nyata. Di dalam rumah yang rapuh itu, mereka hanya bisa pasrah, berdoa agar atap dan dinding tua mereka tidak menyerah pada cuaca.

​Namun hari ini, kecemasan menahun itu runtuh bersama berdirinya tiang-tiang beton baru. Saat melihat dinding rumah barunya mulai berdiri tegak, air mata Siul tidak terbendung lagi. Dengan suara bergetar karena haru, ia berulang kali mengusap matanya yang berkaca-kaca, seolah masih tidak percaya bahwa impian memiliki rumah yang aman akhirnya menjadi kenyataan di depan mata.

“​Saya benar-benar tidak menyangka mimpi ini bisa terwujud sekarang. Selama ini kami hanya bisa pasrah dengan kondisi rumah yang seadanya. Terima kasih yang tak terhingga kepada bapak-bapak TNI dan pemerintah daerah yang telah peduli,” ungkap Siul dengan nada emosional sambil menjabat erat tangan para prajurit yang bersimbah peluh di hadapannya, Jumat (17/7/2026).

​Sentuhan humanis seperti inilah yang memang menjadi fondasi utama dari pelaksanaan TMMD/N ke-129 di Buluh Kasok. Dansatgas TMMD/N, Letkol Inf Adi Nofriadi Nata, berulang kali menekankan bahwa setiap tetes keringat prajurit yang tumpah di lapangan adalah bentuk pengabdian tanpa batas untuk rakyat.

“​TMMD/N bukan sekadar proyek pembangunan infrastruktur fisik semata. Ini adalah manifesto kemanunggalan TNI, pemerintah daerah, adat, dan seluruh lapisan masyarakat. Kami menempatkan Buluh Kasok sebagai fokus utama untuk mempercepat kesejahteraan sekaligus merawat tali persaudaraan,” ujar Letkol Adi.

​Langkah nyata para prajurit di lapangan ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Bupati Safni menegaskan bahwa selain membuka akses transportasi krusial melalui peningkatan jalan Air Putih-Buluh Kasok, kehadiran hunian yang layak bagi warga kurang mampu adalah prioritas yang menyentuh kebutuhan paling mendasar masyarakat.

​Melalui semangat gotong royong yang meruntuhkan sekat pembatas, tema TMMD/N ke-129, “TMMD/N Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, benar-benar hidup dan bernyawa di Jorong Buluh Kasok. Rumah baru Siul kini berdiri tegak. Ia bukan sekadar bangunan dari beton dan kayu, melainkan monumen hidup tentang bagaimana peluh para prajurit berhasil menyeka habis air mata kecemasan sebuah keluarga. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %