Payakumbuh – Kota Payakumbuh tidak lagi hanya dikenal dengan kulinernya yang melegenda, namun kini resmi menjadi kawah candradimuka bagi para perenang hebat. Kota ini dipercaya menjadi tuan rumah Kejuaraan Daerah (Kejurda) Akuatik Indonesia Sumatera Barat 2026, sebuah ajang bergengsi untuk menjaring lumba-lumba berbakat yang siap melesat ke kancah internasional.
Bukan sekadar ajang unjuk kecepatan di air, kompetisi ini merupakan gerbang utama seleksi menuju kejuaraan nasional yang akan dihelat di Jakarta pada 28 April hingga 1 Mei 2026 mendatang. Mewakili Wali Kota Zulmaeta, Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman membuka secara resmi gelaran ini di Kolam Renang Ngalau Indah pada Jumat 10 April 2026.
Dalam sambutannya, Elzadaswarman menegaskan bahwa Payakumbuh berkomitmen penuh mendukung kemajuan olahraga di Sumatera Barat. Beliau berharap dari kolam renang ini lahir atlet-atlet unggul yang mampu bersaing di tingkat nasional bahkan internasional. Ia juga menekankan bahwa menjadi tuan rumah adalah sebuah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan mental juara para atlet masa depan.
Antusiasme peserta terlihat sangat tinggi dengan laporan dari Ketua Panitia Widya bahwa sebanyak 299 atlet dari 33 pengcab dan klub se-Sumatera Barat ikut ambil bagian. Selama tiga hari pelaksanaan mulai 10 hingga 12 April 2026, para peserta akan bersaing dalam lebih dari 1.000 nomor pertandingan. Banyaknya jumlah peserta ini menjadi sinyal positif bahwa Sumatera Barat tidak pernah kehabisan stok perenang potensial.
Sesaat setelah pembukaan, atmosfer kompetisi langsung memanas saat Wawako Elzadaswarman mengalungkan medali kepada para pemenang di nomor bergengsi 1.500 meter gaya bebas putra. Juara pertama diraih oleh Sarbo dari Padang Pariaman, disusul Muhammad Siddiq dari Bukittinggi di posisi kedua, dan Darvesh Evan Putra Huda dari Padang di posisi ketiga. Dengan fasilitas yang terus dibenahi dan dukungan berbagai pihak, Payakumbuh kini memantapkan posisinya sebagai kota yang siap melahirkan lumba-lumba kelas dunia dari jantung Sumatera Barat. (Bayu)
