Marsanova Andesra: Kesejahteraan Rakyat Bukan Untuk Diefisiensikan

0 0
Read Time:2 Minute, 6 Second


Limapuluh Kota, zonamerah.co – Selasa, 17 Maret 2026, menjadi saksi bahwa politik tidak selamanya tentang angka dan kalkulasi dingin. Di halaman Kantor DPD PAN Kecamatan Harau, di bawah langit yang terbuka, suasana hangat dan emosional menyelimuti reses Marsanova Andesra, SH, MH.

Lebih dari 300 pasang mata dari Nagari Koto Tuo, Lubuak Batingkok, Tarantang, dan Simalanggang hadir bukan untuk seremoni kaku, melainkan untuk menitipkan suara batin yang lama terpendam.

​Suasana seketika bergetar saat Maidafri, warga Nagari Tarantang, berdiri dengan suara parau di tengah kerumunan warga. Ia tidak meminta kemewahan, ia hanya meminta cahaya.

“Sedang terang saja kejahatan mengintai, apalagi jika lampu jalan mati dan gelap gulita,” ungkapnya. Kalimat itu bukan sekadar permintaan infrastruktur, melainkan jeritan akan rasa aman yang tercerabut oleh kegelapan.

Di sudut lain, Efriandi Sikumbang dari Simalanggang membawa aroma tanah sawah ke tengah halaman pertemuan. Ia membedah pentingnya drainase dan Jalan Usaha Tani sebagai urat nadi ekonomi keluarga.

Sementara itu, suara perempuan seperti Lidya dari Tanjung Pati, mencemaskan redupnya kegiatan Majelis Taklim hanya karena alasan klasik keterbatasan anggaran.

​Merespons jeritan warga dari empat nagari di Limapuluh Kota, kandidat Doktor Hukum ini menegaskan bahwa anggaran negara harus menjadi detak jantung bagi keamanan dan ekonomi rakyat, bukan sekadar angka di atas kertas. Menghadapi rentetan keluh kesah itu, Marsanova Andesra tidak hadir dengan bahasa langit.

Ia memilih turun dengan hati, berdiri sejajar dengan warga di halaman terbuka. Baginya, setiap kata warga adalah beban moral yang harus dipikul hingga ke gedung parlemen.

Sebagai bukti cinta yang nyata dan spontan, Marsanova membagikan 4 ton beras untuk mendinginkan dapur warga di tengah fluktuasi harga pangan yang kian menjepit. Ia menegaskan bahwa aspirasi masyarakat adalah kecemasan nyata yang membutuhkan solusi masuk akal, bukan sekadar janji yang melayang di awan.

​Puncak dari pertemuan itu adalah komitmen politiknya yang menggetarkan. Di saat banyak kebijakan berlindung di balik kata efisiensi untuk memangkas anggaran publik, Marsanova justru berdiri di sisi yang berseberangan.

“Kepentingan masyarakat jangan sampai tersandera oleh alasan efisiensi yang kaku,” tegas politisi berlatar hukum ini.

Bagi Marsanova, kesejahteraan warga tidak boleh dikelola dengan cara yang seadanya. Ia menolak logika efisiensi jika itu berarti membiarkan jalanan gelap atau membiarkan petani kesulitan akses.

​Sore itu, di halaman kantor yang menjadi saksi bisu, aspirasi masyarakat kini memiliki sayap. Marsanova Andesra telah menjemput asa itu, berjanji mengawalnya hingga menjadi cahaya di Tarantang dan semangat di Majelis Taklim Tanjung Pati. Sebab baginya, suara rakyat adalah detak jantung yang memastikan negara masih memiliki hati.

Kegiatan reses tersebut ditutup dengan acara buka puasa bersama masyarakat dan salat Magrib di mushala kantor DPD PAN setempat. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %