Padang — Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta baru saja menerima simbol navigasi keadilan berupa piagam penghargaan dari Menteri Hukum Supratman Andi Agtas. Penghargaan ini diberikan atas komitmennya membangun Pos Bantuan Hukum atau Posbankum hingga ke gang-gang terkecil di tingkat kelurahan dan desa.
Dalam acara yang digelar di Auditorium Gubernur Sumbar pada Senin 30 Maret 2026, Zulmaeta menegaskan bahwa Posbankum bukan sekadar papan nama di kantor lurah. Ia ingin para lurah dan perangkat daerah bertindak layaknya Google Maps Keadilan yang menunjukkan jalan benar, cepat, dan akurat bagi warga yang tersesat dalam labirin persoalan hukum.
Zulmaeta tidak ingin akses keadilan bagi warganya lambat atau sekadar formalitas. Ia menekankan bahwa kehadiran Posbankum harus menjadi solusi nyata di tingkat akar rumput agar masyarakat merasakan pendampingan yang cepat dan tepat. Ia ingin layanan ini aktif dan mudah diakses layaknya mencari lokasi di ponsel sendiri.
Agar navigasi hukum ini berjalan mulus, Zulmaeta menginstruksikan penguatan kolaborasi lintas sektor. Bukan hanya aparat, tetapi tokoh adat dan agama juga dilibatkan untuk memastikan setiap konflik bisa diselesaikan secara damai. Edukasi hukum menjadi kunci utama agar peran lurah dan perangkat daerah optimal dalam memberi pemahaman sehingga masyarakat tidak mudah terjebak jalur buntu hukum.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas menyebut langkah Payakumbuh ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan hukum tidak hanya tajam ke bawah. Hingga saat ini sudah ada 83.980 titik lokasi Posbankum yang terbentuk di seluruh Indonesia sebagai bagian dari agenda prioritas nasional.
Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya. Menurutnya Posbankum adalah wujud kehadiran negara agar hukum tidak hanya berpihak kepada yang kuat tetapi juga melindungi yang lemah. Ia berharap fungsi ini tidak hanya menyelesaikan perkara tetapi juga mencegah munculnya persoalan hukum baru sejak dini. (Bayu)
