Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh mencatatkan performa fiskal yang impresif pada tahun anggaran 2025. Hal ini terungkap dalam rapat paripurna penyampaian Nota Penjelasan Wali Kota terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Tahun Anggaran 2025 yang dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, Selasa (31/03/2026).
Dalam laporan yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Rida Ananda, tercatat bahwa realisasi pendapatan daerah Kota Payakumbuh berhasil melampaui target yang ditetapkan, yakni mencapai Rp782,43 miliar atau sebesar 102,57 persen.
Ketua DPRD Wirman Putra memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan melampaui target pendapatan merupakan indikator positif dalam tata kelola keuangan daerah.
“Kami mengapresiasi penyampaian nota pengantar LKPj ini. Capaian pendapatan yang melebihi target adalah poin krusial, namun ini juga menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kebijakan dan penggunaan anggaran secara utuh,” ujar Wirman.
Meski pendapatan menunjukkan tren positif, DPRD memberikan catatan pada aspek belanja daerah. Tercatat, realisasi belanja daerah berada di angka Rp765,45 miliar atau 89,95 persen dari target. Wirman menegaskan bahwa pihaknya akan mencermati efektivitas penggunaan dana tersebut agar benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat.
“Fokus kami adalah melihat sejauh mana realisasi anggaran ini menyentuh sektor pelayanan dasar seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur. Kami ingin memastikan setiap rupiah yang masuk memberikan manfaat nyata bagi warga Payakumbuh,” tambahnya.
Pembahasan LKPj ini akan dilanjutkan secara komprehensif melalui alat kelengkapan DPRD guna menghasilkan rekomendasi yang konstruktif. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab legislatif dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap jalannya pemerintahan daerah yang transparan dan akuntabel.
Wirman berharap, sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif dapat terus ditingkatkan demi mempertahankan prestasi capaian pendapatan di masa mendatang sekaligus memperbaiki kualitas serapan belanja daerah. (Bayu)
