Payakumbuh — Hubungan antara TNI dan masyarakat bukan sekadar jargon di atas kertas. Di sepanjang aliran sungai Batang Sukali, hubungan itu dirawat lewat peluh, tawa, dan gerak bersama dalam sebuah aksi gotong royong massal. Pemandangan hangat inilah yang menyeruak ketika Pemerintah Kelurahan Tiakar, dipimpin langsung oleh Lurahnya, melangkah tegap mengokohkan jembatan silaturahmi melalui aksi nyata penyelamatan lingkungan bersama para prajurit Yonif 131 Braja Sakti.
Kehadiran personel TNI di tengah-tengah masyarakat bukan sekadar bantuan tenaga. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi suntikan motivasi luar biasa bagi ratusan warga Tiakar yang turun ke lokasi dengan membawa berbagai peralatan kebersihan. Langkah kaki Lurah Tiakar, Benni, bersama Ketua LPM Sepriyendi dan jajaran perangkat kelurahan menjadi simbol bahwa kelestarian ekologis harus dijemput dengan aksi nyata, bukan sekadar dinanti.
Dalam kesempatan tersebut, Lurah Tiakar Benni menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepedulian jajaran TNI terhadap kondisi lingkungan di wilayahnya. Beliau mengungkapkan bahwa Batang Sukali adalah urat nadi ekologis di Tiakar. Melalui revitalisasi dan konservasi ini, semua pihak tidak hanya membersihkan sampah fisik, tetapi juga menyelamatkan masa depan lingkungan demi kenyamanan hidup anak cucu kelak.
Di bawah langit Kecamatan Payakumbuh Timur, pertemuan ini mempertemukan dua elemen penting yaitu ketegasan disiplin prajurit Yonif 131 Braja Sakti dan semangat swadaya masyarakat Kelurahan Tiakar. Keduanya melebur dalam lumpur dan aliran air, menyisir titik-titik rawan sumbatan, mengeruk sedimen yang memicu pendangkalan, serta membersihkan sempadan sungai dari sampah domestik maupun tanaman liar.
Sementara itu Ketua LPM Sepriyendi menuturkan, bagi warga Tiakar, bahu-membahu dengan jajaran Yonif 131 Braja Sakti adalah sebuah kebanggaan sekaligus penegas bahwa TNI selalu ada di hati rakyat. Sinergi lintas sektoral yang terajut dalam aksi konservasi ini diharapkan mampu memantik gerakan peduli lingkungan yang lebih luas di Kota Payakumbuh, sekaligus menjaga kawasan pemukiman agar lebih bersih, sehat, dan tangguh terhadap bencana.
Ketika matahari mulai bergeser dan aliran Batang Sukali kembali mengalir lancar, goro massal mungkin usai, namun jejak kolaborasi telah tertanam dalam. Langkah tegap Lurah Tiakar bersama warganya hari ini telah menuliskan satu babak baru tentang bagaimana sebuah kemitraan dan kemanunggalan TNI-Rakyat harus dirawat dengan hati, aksi, dan dedikasi demi kelestarian alam. (Bayu)
