Limapuluh Kota, zonamerah.co – Di era di mana “jempol lebih cepat daripada logika,” sebuah rekaman video berdurasi singkat telah mengguncang pilar kewibawaan di Kabupaten Limapuluh Kota. Meski bantahan demi bantahan telah dilontarkan, bola salju isu ini terus menggelinding, memicu diskusi publik yang bukan lagi sekadar soal benar atau salah, melainkan tentang integritas kepemimpinan.
Menyikapi situasi tersebut, Bupati Limapuluh Kota, H. Safni, menggelar silaturahmi bersama awak media dan tokoh masyarakat di kediamannya, Akabiluru, pada Minggu (1/3/2026).
Dalam pertemuan yang penuh suasana kekeluargaan tersebut, Bupati Safni secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak memiliki niat untuk mencederai nama baik daerah yang dipimpinnya.
“Demi kepentingan masyarakat Kabupaten Limapuluh Kota, saya meminta maaf. Sampai hari ini, saya tidak ada niat untuk mencederai nama baik kabupaten kita,” ujar Safni di hadapan insan pers Luak Limopuluah.
Terkait video yang menyerupai dirinya dan beredar luas beberapa hari terakhir, Safni menyatakan telah mengambil langkah tegas dengan melaporkan kasus tersebut ke Polda Sumatera Barat.
”Setelah mendapatkan informasi tersebut, kami melaporkan ke Polda Sumbar. Sesuai arahan penyidik, saya boleh berbicara asalkan sesuai koridor hukum yang berlaku. Saya merasa terzalimi, biarlah proses hukum yang berjalan,” tegasnya.
Meski tengah diterpa badai fitnah, Safni memastikan bahwa roda pemerintahan tidak akan terganggu. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu membangun daerah.
”Tidak mengurangi semangat kami untuk memimpin Limapuluh Kota. Mari sama-sama kita bangun kabupaten ini. Kesempurnaan hanyalah milik Allah,” tutupnya dengan nada rendah hati.
Hadir dalam kesempatan itu, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, mantan Wakil Bupati Ferizal Ridwan, serta mantan Ketua DPRD Deni Asra. Kehadiran para tokoh ini memberikan sinyal kuatnya solidaritas di tengah terpaan isu miring.
Ferizal Ridwan berharap agar semangat Bupati dalam membangun Limapuluh Kota tidak luntur akibat isu liar tersebut.
Deni Asra mengajak semua pihak untuk melihat hikmah di balik peristiwa ini dan fokus pada stabilitas daerah.
“Mari kita jaga stabilitas politik. Apa yang dilakukan hari ini adalah murni untuk kebaikan kampung halaman kita,” tutur Deni. (Bayu)
