​Ketua DPRD Ajak Anak Nagari Koto Nan Gadang Rawat Tradisi Baadok-Adok

0 0
Read Time:1 Minute, 50 Second

​Payakumbuh — Ketua DPRD Kota Payakumbuh, Wirman Putra, Dt. Mantiko Alam, mengajak seluruh lapisan masyarakat dan generasi muda untuk bersama-sama merawat serta melestarikan tradisi adat istiadat warisan leluhur.

​Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri sekaligus membuka secara resmi kegiatan adat bertajuk “Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagori Koto Nan Gadang” dengan tema khusus Baadok-Adok Perkawinan. Acara ini berlangsung khidmat di Kantor KAN Nagori Koto Nan Gadang pada Minggu, 28 Juni 2026.

​Sebagai anak Nagori Koto Nan Gadang, kehadiran Wirman Putra bukan hanya sekadar pemenuhan undangan formal selaku pejabat daerah, melainkan juga bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian yang mendalam terhadap kelestarian adat di kampung halaman.

​Kegiatan yang diinisiasi oleh Panitia Pelaksana bersama Pengurus KAN Koto Nan Gadang ini merupakan bagian resmi dari kalender iven Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh, yang dikemas dalam program unggulan “Satu Iven Satu Nagari”.

​Dalam sambutannya, Wirman Putra menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, pengurus KAN, Bundo Kanduang, serta seluruh unsur anak nagari yang telah bekerja keras mengangkat kembali tradisi Baadok-Adok ke permukaan. Menurutnya, hal ini sangat krusial di era modern sebagai penguatan identitas kultural bagi generasi muda.

​Wirman dengan semangat menyampaikan bahwa tradisi Baadok-Adok Perkawinan ini bukan sekadar tontonan, melainkan tuntunan yang kaya akan nilai moral, etika berkomunikasi, dan penyelesaian masalah secara adat yang harus diwariskan kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan jati diri sebagai orang Minangkabau.

​Lebih lanjut, Ketua DPRD Kota Payakumbuh tersebut menegaskan komitmen dukungan dari lembaga legislatif yang ia nahkodai terhadap setiap iven yang mengutamakan kelestarian adat dan budaya daerah. Ia berjanji akan selalu mengawal program-program yang bertujuan untuk pemajuan kebudayaan serta penguatan peran Kerapatan Adat Nagori (KAN).

​Di akhir sambutannya, Wirman kembali menekankan pentingnya kolaborasi yang kuat antara pemangku adat dan pemerintah daerah.

​Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik itu Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, maupun pemuda, untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan Kota Payakumbuh yang maju namun tetap kokoh memegang prinsip Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah.

​Acara pembukaan tersebut ditandai dengan prosesi simbolis dan dilanjutkan dengan rangkaian simulasi, pagelaran kesenian talempong, penampilan prosesi Baadok-Adok Perkawinan, hingga ditutup dengan tradisi makan bajamba atau makan siang beradat bersama seluruh tokoh masyarakat dan undangan yang hadir. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %