Keteguhan Sang Komandan di Antara Puing dan Air Mata Sungai Rimbang

0 0
Read Time:1 Minute, 27 Second

​Limapuluh Kota – Malam Minggu 28 Maret 2026 di kawasan Ateh Koto, Tanah Tingkah, Sungai Rimbang, yang seharusnya tenang seketika pecah oleh gemuruh logam dan beton. Tepat pukul 22.00 WIB, jembatan yang sedang dibangun oleh tangan-tangan TNI AD dan warga setempat ambruk, menyisakan puing-puing dan luka bagi para pekerjanya.

​Pada Selasa (31/3/2026) siang, suasana masih terasa berat di Kodim 0306/50 Kota. Letkol Inf Ucok Namara duduk melingkar bersama insan pers di ruang Pasi Intel. Ia menyampaikan fakta dengan nada tenang namun berwibawa. Sebagai komandan, fokus utamanya tidak pernah bergeser sejak detik pertama tragedi, keselamatan nyawa adalah segalanya.

​”Kemarin kami memprioritaskan keselamatan korban,” ungkapnya di hadapan jurnalis dengan ketegasan yang menyentuh nurani.

​Tragedi ini terjadi di tengah semangat pembangunan yang sedang menggebu. Kecelakaan kerja tersebut meruntuhkan konstruksi yang direncanakan menjadi penyambung asa warga. Sebanyak 20 pekerja yang bahu-membahu bersama salah seorang prajurit TNI harus dilarikan ke RSUD Suliki untuk mendapatkan perawatan intensif. Mereka menjadi saksi betapa tipisnya jarak antara pengabdian dan bahaya di lapangan.

​Namun, di balik puing yang berserakan, semangat sang Letkol tidak ikut runtuh. Anggaran sebesar Rp200 juta yang dialokasikan untuk program penanggulangan bencana alam ini tetap menjadi tanggung jawab penuh di bawah pengawasannya.

“Evaluasi mendalam akan segera dilakukan, membedah setiap jengkal kegagalan teknis guna memastikan keamanan di masa depan,” ujarnya.

Sungai Rimbang mungkin menjadi saksi duka sesaat, namun di tepiannya, keberanian untuk bangkit kembali sedang dirakit lebih kuat melalui keteguhan hati seorang pemimpin yang menolak menyerah pada keadaan.

​Letkol Inf Ucok Namara menegaskan bahwa langkah mereka tidak akan berhenti di sini. Jembatan Sungai Rimbang akan tetap berdiri tegak. Pembangunannya akan dilanjutkan, bukan sekadar untuk menyambung dua daratan, melainkan untuk membuktikan bahwa tekad seorang komandan dan rakyatnya tidak akan goyah oleh satu musibah. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %