JAKARTA — Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Prof. Yassierli, Ph.D. sebagai Menteri Ketenagakerjaan. Penunjukan ini menandai masuknya seorang akademisi murni dan teknokrat ke jajaran strategis pemerintahan, dengan latar belakang panjang di dunia pendidikan dan riset. Jakarta, Jumat, 10 Januari 2026.
Yassierli lahir di Padang pada 22 April 1976. Ia berasal dari keluarga pendidik. Ayahnya, almarhum Syamsuar Ahmad, dan ibunya, Rusni Syoeib, merupakan pensiunan dosen Universitas Negeri Padang (UNP). Lingkungan keluarga yang kental dengan tradisi akademik menjadi fondasi awal perjalanan intelektualnya.
Ia merupakan anak kelima dari tujuh bersaudara. Seluruh saudaranya tercatat sebagai alumni Institut Teknologi Bandung (ITB). Latar belakang keluarga ini membentuk pendekatan Yassierli yang konsisten pada kerja ilmiah, pengambilan keputusan berbasis data, serta disiplin berpikir sistematis.
Pendidikan dasar hingga menengah ditempuhnya di Kota Padang, masing-masing di PPSP, SMP Negeri 1 Padang, dan SMA Negeri 1 Padang. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan tinggi di ITB dengan meraih gelar Sarjana dan Magister.
Konsistensinya di bidang teknik berlanjut hingga jenjang doktoral di Virginia Tech, Amerika Serikat, dengan spesialisasi Industrial and Systems Engineering.
Reputasi akademiknya diakui secara internasional. Pada 2021, Yassierli menerima Triennial Award dari International Ergonomics Association (IEA) atas kontribusinya dalam pengembangan dan promosi ilmu ergonomi, khususnya di negara berkembang.
Sebelum memasuki kabinet, Yassierli telah mengabdi lebih dari dua dekade sebagai dosen dan peneliti di ITB. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Ergonomi Indonesia (PEI), memperkuat perannya dalam pengembangan kebijakan dan praktik ketenagakerjaan berbasis keilmuan.
Yassierli resmi dilantik sebagai Menteri Ketenagakerjaan pada 21 Oktober 2024. Di kementerian tersebut, ia dihadapkan pada tantangan besar untuk menyelaraskan dunia pendidikan, kebutuhan industri, serta perlindungan tenaga kerja di tengah transformasi digital dan perubahan pola kerja.
Dengan latar belakang ergonomi ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia, sistem kerja, dan lingkungan Yassierli diharapkan mampu mendorong kebijakan ketenagakerjaan yang berorientasi pada produktivitas, keselamatan kerja, dan kesejahteraan pekerja secara berkelanjutan.
Jejak kariernya mencerminkan perjalanan panjang seorang akademisi yang bekerja dalam senyap, sebelum akhirnya dipercaya mengemban tanggung jawab strategis di tingkat nasional. (***)
