Payakumbuh – Distribusi air bersih di Kota Payakumbuh tengah menghadapi ujian ganda antara bentang jarak geografis yang jauh dengan fenomena “perang” pompa di jalur distribusi. Masalah inilah yang menjadi inti penjelasan Pelaksana Tugas Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sago, Media Purnama, saat menanggapi keluhan pelanggan belakangan ini.
Didampingi Kasubag Perencanaan Teknik Momon Mulyadi pada Kamis 12 Maret 2026, Media Purnama memaparkan sebuah ironi yang terjadi di lapangan. Sumber air utama yang berada di Batang Tabik Nagari Sungai Kamuyang terletak cukup kontras dengan titik-titik layanan tertentu di wilayah kota.
“Jarak yang membentang jauh ini mengakibatkan debit air seringkali kehilangan tenaga sebelum sampai ke bak penampungan warga terutama pada jam sibuk,” ujarnya.
Lebih lanjut dijelaskan Media, kondisi geografis tersebut membuat air tidak mencapai titik tertentu secara maksimal karena sumbernya yang berada jauh. Aliran air kemungkinan besar baru bisa mengalir dengan normal pada malam hari saat beban penggunaan dari pelanggan lain mulai menurun. Namun tantangan pelayanan ini bukan sekadar soal jarak yang berada jauh di mata tetapi juga masalah aliran air yang kerap terhisap di jalan oleh perilaku tidak bertanggung jawab.
Pihak PDAM menyoroti maraknya pelanggan yang memasang mesin pompa air langsung pada pipa distribusi utama. Media menegaskan bahwa air dari PDAM pada dasarnya tidak keruh namun penggunaan pompa hisap oleh oknum tertentu menyebabkan tekanan di dalam pipa menjadi tidak stabil. Hal ini seringkali memengaruhi kualitas dan tekanan air bagi pelanggan lainnya yang berada dalam satu jalur distribusi yang sama.
Menutup penjelasannya Media Purnama menghimbau agar seluruh pelanggan menggunakan air secukupnya dan membudayakan menampung air pada jam-jam tidak sibuk terutama saat debit air mulai mengecil.
“Kerja sama dari masyarakat sangat diharapkan agar distribusi air di Kota Payakumbuh dapat berjalan lebih adil dan merata tanpa ada pihak yang dirugikan oleh penggunaan pompa ilegal,” pungkasnya.
Sementara itu Momon Mulyadi, menambahkan, praktik penyambungan pompa langsung ke jaringan utama sangat dilarang karena merugikan masyarakat luas. Sebagai solusinya pihak manajemen Tirta Sago meminta pelanggan yang memerlukan mesin pompa untuk membuat bak penampungan sendiri terlebih dahulu dan tidak menyedot langsung dari pipa utama.
“Pelanggan yang tetap nekat menyatukan pompa langsung ke pipa PDAM akan dikenakan sanksi tegas dari pihak manajemen,” tegas Momon. (Bayu)
