Payakumbuh – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Payakumbuh-Lima Puluh Kota (Paliko) merangkul ratusan pelajar dari tingkat SD hingga SMA melalui gelaran Payakumbuh Youth Health Adventure Carnival di GOR Nan Ompek Tanjung Pauh, Ahad (9/8/2026).
Kegiatan edukatif ini digelar sebagai bentuk kepedulian para dokter terhadap masa depan generasi muda, sekaligus bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) 2026.
Ketua IDI Cabang Payakumbuh-Lima Puluh Kota, dr. Efriza Naldi, menyampaikan bahwa Youth Health Adventure Carnival merupakan perwujudan pilar edukasi dari instruksi PB IDI Pusat dalam HBDI 2026. Lewat ruang interaktif ini, IDI Paliko membekali para siswa dengan pengetahuan vital seputar kesehatan reproduksi, pencegahan HIV/AIDS, hingga penanganan perundungan (bullying) di lingkungan sekolah.
”Panitia mengangkat acara ini sebagai bentuk bakti IDI Paliko untuk pendidikan. Kami ingin menyampaikan kepada anak-anak kita yang masih bersekolah agar mendapatkan pengetahuan yang benar tentang kesehatan reproduksi, HIV, dan juga pencegahan kasus-kasus bullying,” ujar Efriza.
Langkah IDI Paliko merangkul para pelajar ini mendapat apresiasi penuh dari Pemerintah Kota Payakumbuh. Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, yang hadir langsung di lokasi mengimbau para siswa untuk memanfaatkan edukasi ini guna membentengi diri dari bahaya narkoba, zat adiktif, dan pergaulan berisiko.
”Anak-anak yang duduk di bangku sekolah hari ini adalah calon pemimpin Payakumbuh 10 hingga 20 tahun mendatang. Jika mentalnya bagus, pendidikannya bagus, dan sehat, saya yakin daerah kita akan lebih maju. Narkoba ini menyebabkan kecanduan yang sulit dihilangkan, maka langkah terbaik adalah menghindari dan mengantisipasinya sejak dini,” tegas Zulmaeta.
Selain pilar edukasi, Efriza menjelaskan bahwa HBDI 2026 IDI Paliko juga mengusung pilar pengabdian dan sejarah. Pilar pengabdian telah diwujudkan melalui bakti sosial dan pelayanan dokter spesialis gratis di Nagari Sialang, Kapur IX, pada 26 Juli lalu. Sementara pilar sejarah direncanakan bergulir pada Oktober 2026 mendatang dengan mengangkat rekam jejak dr. Achmad Darwis, dokter pertama di Kabupaten Lima Puluh Kota. (Bayu)
