Payakumbuh — Ada yang berbeda dari kunjungan Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta saat menyambangi Masjid Muslimin Balai Cacang pada Selasa (10/03/2026). Selain menunaikan salat tarawih dan menyerahkan bantuan, Pak Wali mendadak jadi guru gaya hidup bersih demi menjalankan amanah dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Usai tarawih berjamaah, Zulmaeta mengingatkan warga bahwa urusan sampah bukan cuma tugas petugas kebersihan, tapi dimulai dari rumah. Ia menekankan pentingnya memilah sampah agar beban tempat pembuangan akhir tidak makin galau.
Pak Wali berpesan agar warga memilah sampah mulai dari rumah sehingga yang dibuang itu benar-benar sampah yang tidak bisa diolah lagi.
“Intinya kalau sampah plastik ya pisahkan dengan sampah organik, jangan dicampur-aduk apalagi dicampur dengan kenangan masa lalu,” ujarnya.
Selain urusan limbah, Pak Wali juga curhat soal keresahannya terhadap ancaman narkoba yang semakin berani menyenggol generasi muda. Menurutnya pemerintah tidak bisa kerja sendirian kalau urusan membentengi moral anak bangsa. Ia menegaskan bahwa jika hanya mengandalkan pemerintah saja akan sangat sulit sehingga pendidikan anak harus dimulai dan diperkuat dari lingkungan keluarga sendiri.
Kunjungan ini ditutup dengan sesi dialog yang hangat karena Zulmaeta tidak ingin hubungannya dengan warga hanya sebatas formalitas serah terima bantuan. Ia justru menantang warga untuk datang dan mengadu jika punya ide segar untuk kemajuan kota.
“Silahkan siapa saja yang punya usulan untuk datang berdiskusi demi kemajuan Kota Payakumbuh ke depannya,” pungkasnya. (Bayu)
