Diskon 30%, Emak-Emak Payakumbuh Langsung ‘Mode War’ Sembako di Bulakan Balai Kandi

1 0
Read Time:1 Minute, 47 Second

​Payakumbuh — Halaman kantor Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh di Kelurahan Bulakan Balai Kandi, mendadak berubah menjadi “medan tempur” yang tertib pada Selasa (10/03/2026). Ratusan warga, didominasi emak-emak yang sudah bersiap dalam ‘Mode War’, memadati lokasi demi mengamankan kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Sejak pagi buta, antrean panjang sudah mengular, mulai dari ibu rumah tangga, lansia, hingga pasangan muda yang kompak membawa “senjata” utama mereka (fotokopi KTP) sebagai syarat wajib belanja.

​Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, yang meninjau langsung lokasi bersama jajaran Asisten II Yasrizal dan Staf Ahli Irwan Suwandi, menyebut aksi ini sebagai langkah nyata pemerintah menjaga stabilitas isi dompet warga.

Menurutnya, Pemko hadir di tengah masyarakat dengan menyediakan berbagai komoditas yang sangat dibutuhkan menjelang Idul Fitri dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar. Ia berharap warga Payakumbuh dapat menyambut hari kemenangan dengan tenang karena kebutuhan pokoknya tercukupi.

​Dalam kesempatan itu, Elzadaswarman juga menyelipkan pesan agar masyarakat lebih mandiri dengan memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai, bawang, maupun sayuran. Langkah ini dianggap sebagai solusi cerdas saat terjadi lonjakan harga.

“Kita tidak tahu bagaimana kondisi dunia ke depan, jadi lebih baik sedia payung sebelum hujan,” tuturnya.

​Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, M. Faizal, menjelaskan bahwa pasar murah ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Bulog Cabang Bukittinggi serta distributor lokal. Pemerintah memberikan subsidi sekitar 20 hingga 30 persen sehingga harga-harga menjadi sangat “miring”. Sebut saja beras lokal premium yang dijual Rp145 ribu per karung dari harga pasar Rp180 ribu, minyak goreng kemasan dua liter seharga Rp30 ribu dari harga normal Rp39 ribu, hingga telur ayam yang hanya Rp40 ribu per tray dari harga pasar yang mencapai Rp55 ribu.

​Komoditas lain seperti cabai merah dan bawang merah juga dipangkas menjadi Rp25 ribu per kilogram, sementara bawang putih dibanderol Rp24 ribu saja. Syarat fotokopi KTP yang diterapkan terbukti efektif memastikan subsidi ini tepat sasaran bagi warga Kota Randang.

Mega (36), salah seorang warga Bulakan Balai Kandi, mengaku sangat lega dengan adanya program ini. Baginya, di saat harga kebutuhan mulai “pedas” menjelang Lebaran, pasar murah adalah penyelamat agar dapur tetap bisa mengebul tanpa harus menguras tabungan terlalu dalam. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %