Dishub Siapkan Rekayasa Lalu Lintas untuk Urai Kemacetan

0 0
Read Time:1 Minute, 57 Second

​Payakumbuh — Pemerintah Kota Payakumbuh menyiapkan langkah rekayasa lalu lintas guna mengurai kemacetan sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas. Skema yang tengah dikaji meliputi penutupan sejumlah bukaan median (U-turn) hingga penataan ulang kawasan parkir.

​Rencana rekayasa lalu lintas ini dibahas dalam rapat koordinasi Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Kota Payakumbuh di Ruang Riza Falepi, Balai Kota Payakumbuh, Rabu (9/9/2026).

​Sejumlah titik strategis yang masuk dalam evaluasi penataan mencakup kawasan depan SPBU Parit Rantang, Lapas/Ramayana, Masjid Al-Ihsan, gerbang Masjid Gadang, kawasan wisata Batang Agam, Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD, Simpang Kasda, serta depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota.

​Asisten II Sekda Kota Payakumbuh, Yasrizal, menyampaikan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas memerlukan sinergi lintas instansi agar penanganan di lapangan berjalan optimal dan terpadu.

​”Forum ini kita arahkan untuk mewujudkan keterpaduan perencanaan dan pengawasan lalu lintas secara lintas sektoral,” ujarnya.

​Sementara itu, Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Payakumbuh, Yulhendri, menegaskan bahwa skema rekayasa yang dibahas masih berupa usulan dan belum final. Pemko Payakumbuh akan terlebih dahulu melakukan peninjauan lapangan serta simulasi sebelum kebijakan diterapkan secara resmi.

​”Kita ingin setiap keputusan benar-benar berdasarkan kondisi lalu lintas di lapangan, termasuk dampaknya terhadap keselamatan dan aktivitas masyarakat,” jelas Yulhendri.

​Kabid Keselamatan dan Operasional Dishub Kota Payakumbuh, Finto Handayana Putra, menjelaskan bahwa bukaan di depan SPBU Parit Rantang dan kawasan Lapas/Ramayana diusulkan untuk ditutup karena manuver putar balik di titik tersebut kerap memicu kemacetan saat jam sibuk. Sementara itu, bukaan di depan gerbang Masjid Gadang diusulkan ditutup sebagian untuk mempersempit ruang manuver kendaraan, dan untuk depan Masjid Al-Ihsan, penutupan sementara menggunakan water barrier masih dievaluasi untuk dijadikan permanen.

​Di kawasan wisata Batang Agam, Dishub menata sirkulasi kendaraan, parkir, serta aktivitas PKL. Sementara di Simpang Kasda, operasional lampu lalu lintas disesuaikan dengan aktivitas pedagang kuliner sore hari.

​Terkait penataan parkir, evaluasi di Simpang Benteng-RSUD Adnaan WD difokuskan pada penataan parkir kendaraan penjemput sekolah yang sering memicu kepadatan. Sedangkan di depan gedung lama Kantor Bupati Lima Puluh Kota, opsi yang disiapkan adalah sterilisasi parkir reguler atau pembatasan khusus bus pariwisata.

​Finto menambahkan, tim Forum LLAJ akan segera turun langsung ke lapangan untuk menyimulasikan rekayasa lalu lintas tersebut.

​”Sesuai kesepakatan forum, kita akan turun ke lapangan untuk melakukan kajian dan simulasi agar rekayasa yang diterapkan benar-benar memperlancar arus lalu lintas di Kota Payakumbuh,” pungkasnya. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %