​Didampingi Efriza Naldi, Wako Payakumbuh Ajukan Pengembangan RSUD dr. Adnaan WD ke Kemenkes

0 0
Read Time:1 Minute, 43 Second

​Padang – Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta didampingi Direktur RSUD dr. Adnaan WD Efriza Naldi menyerahkan proposal pengembangan RSUD dr. Adnaan WD kepada Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di RSUP dr. M. Djamil Padang, Kamis (30/7/2026). Langkah ini dilakukan untuk memboyong dukungan pendanaan dari pemerintah pusat guna mempercepat peningkatan sarana dan prasarana kesehatan di Payakumbuh.

​Dalam proposal tersebut, Pemko Payakumbuh mengajukan rencana pembangunan tiga fasilitas utama, yakni gedung Instalasi Gawat Darurat (IGD) senilai Rp26 miliar, gedung poliklinik sebesar Rp82 miliar, serta ruang rawat inap senilai Rp92 miliar.

​Zulmaeta menjelaskan bahwa keterbatasan kapasitas fiskal daerah menjadi alasan utama Pemko Payakumbuh mengupayakan suntikan dana dari APBN. Dengan bantuan pusat, pembenahan fasilitas kesehatan diharapkan bisa terealisasi lebih cepat.

​”Kami berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pembangunan fasilitas kesehatan ini sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat Kota Payakumbuh maupun Kabupaten Lima Puluh Kota,” ujar Zulmaeta.

​Menanggapi usulan tersebut, Menkes Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pemerintah pusat saat ini memang fokus menjalankan program pengembangan rumah sakit umum daerah di berbagai wilayah Indonesia. Menkes pun meminta jajaran Pemko Payakumbuh untuk mengawal ketat proses pengajuan tersebut.

​”Proposal ini harus dikawal langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan dan Direktur Rumah Sakit agar seluruh persyaratan administrasi maupun teknis terpenuhi dengan baik, sehingga peluang realisasinya semakin besar,” kata Menkes Budi.

​Upaya transformasi RSUD dr. Adnaan WD juga diperkuat lewat penandatanganan kesepakatan pengampuan bersama Direktur RSUP dr. M. Djamil Padang, Dovy Djanas. Kerja sama ini mencakup pendampingan, pembinaan, hingga evaluasi tata kelola rumah sakit, pelayanan klinis, pengelolaan keuangan, SDM, hingga manajemen risiko demi meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.

​”Kesepakatan ini menjadi fondasi bagi kami untuk memperkuat tata kelola rumah sakit. Tujuan akhirnya adalah menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, transparan, dan akuntabel bagi masyarakat,” tegas Zulmaeta.

​Dalam kunjungan tersebut, Wali Kota Payakumbuh turut didampingi oleh Asisten I Setdako Nofriwandi, Kabag Pemerintahan Danil Defo, Kabag Protokol Diki Engla Mardianto, serta Direktur RSUD dr. Adnaan WD Efriza Naldi. Pemko Payakumbuh berkomitmen akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan rumah sakit rujukan nasional demi menghadirkan layanan kesehatan yang modern dan mudah diakses. (Bayu Denura)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %