Payakumbuh — Cahaya senja di pelataran Masjid Musafir, Rabu (11/3), menjadi saksi bisu terlukisnya sebuah harmoni antara tokoh masyarakat dan pencatat peristiwa. Di sana, Irfendi Arbi, mantan Bupati Lima Puluh Kota, kembali merajut kebersamaan dalam agenda buka puasa bersama insan pers Luak Limo Puluah.
Suasana hangat penuh keakraban menyelimuti pertemuan tersebut. Kegiatan yang telah menjadi tradisi tahunan ini bukan sekadar seremoni berbuka puasa, melainkan momen emosional yang mempertemukan kembali para jurnalis dengan sosok yang selama ini dikenal sangat lekat dengan dunia wartawan.
Koordinator Balai Wartawan Luak Limo Puluah, Aking, menyebut momen ini sebagai refleksi dari sebuah hubungan yang bersahaja. Menurutnya, sosok Irfendi Arbi memiliki warna tersendiri di mata para jurnalis karena kerendahhatiannya.
“Irfendi adalah sosok yang bersahaja. Hubungannya dengan wartawan sudah terjalin sejak lama dan selalu terjaga dengan baik. Ini adalah ruang silaturahmi yang memperkuat ikatan kekeluargaan kita semua di Luak Limo Puluah. Agenda ini diharapkan terus menjadi simbol persaudaraan yang kokoh antara insan pers dan para tokoh di Luak Limo Puluah, menjaga nyala harmoni yang telah lama terbina,” ujar Aking.
Senada dengan itu, Ketua PWI Payakumbuh–Lima Puluh Kota, Aspon Dedi, menilai kedekatan yang terjalin sore itu mencerminkan kedalaman hubungan sosial yang melampaui batas profesi. Bagi komunitas pers, kehadiran Irfendi Arbi bukan lagi sekadar narasumber, melainkan bagian dari keluarga besar.
“Kebersamaan ini menjadi refleksi tersendiri bagi kami. Hubungan wartawan dengan Irfendi Arbi sudah seperti keluarga. Tradisi buka bersama ini menjadi bukti nyata bahwa silaturahmi itu tetap terjaga dan selalu indah untuk dirayakan bersama,” kata Aspon.
Di tengah suasana Ramadan di mesjid Musafir yang penuh berkah, para wartawan dan tokoh masyarakat yang hadir tampak larut dalam perbincangan hangat. (Bayu)
