Sijunjung — Tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Sijunjung dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan terjadinya bencana longsor di kawasan Jorong Lintas Harapan, Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Kamis (9/4/2026) sore. Dalam peristiwa tersebut, dua pria dilaporkan meninggal dunia setelah tertimbun material longsor saat melakukan aktivitas penambangan emas tradisional.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, ketika para korban bersama sejumlah warga lainnya tengah bekerja di lokasi bekas tambang. Tiba-tiba, tanah di sekitar area tersebut runtuh akibat kondisi yang labil, dipicu oleh intensitas hujan yang tinggi.
Kasat Reskrim Polres Sijunjung, AKP Hendra Yose, menjelaskan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 16.15 WIB. Setelah kejadian, proses evakuasi korban dilakukan dengan bantuan dua unit alat berat jenis excavator yang didatangkan ke lokasi.
“Korban berhasil dievakuasi dari timbunan material longsor menggunakan alat berat beberapa waktu setelah kejadian,” jelasnya.
Sebagian warga yang berada di lokasi berhasil menyelamatkan diri, namun dua orang tidak sempat menghindar dan akhirnya tertimbun longsor. Kedua korban diketahui bernama DK (53) dan RF (20)
Proses evakuasi korban dilakukan dengan bantuan alat berat setelah kejadian. Material longsor yang cukup tebal menyulitkan proses pencarian, namun tim bersama masyarakat akhirnya berhasil mengevakuasi kedua korban dari lokasi kejadian.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat Fadhlur Rahman Ahsas, bahwa faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama terjadinya longsor. Curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir membuat kondisi tanah menjadi labil dan mudah bergerak.
“Dengan kondisi tanah yang sudah pernah digarap dan ditambah intensitas hujan, struktur tanah menjadi rentan longsor,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan bahwa aktivitas penambangan yang dilakukan para korban bersama warga lainnya merupakan inisiatif pribadi untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, tanpa adanya pihak yang menyuruh.
Peristiwa ini menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bencana alam, terutama saat melakukan aktivitas di kawasan rawan longsor, terlebih di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. (***)
