Payakumbuh — Meski baru beroperasi sekitar tiga bulan, Masjid Musafir Kota Payakumbuh tidak mau setengah-setengah dalam melayani umat. Masjid yang terletak di Kelurahan Kubugadang ini resmi diluncurkan sebagai Masjid Ramah Pemudik 1447 H atau 2026 M pada Rabu (11/3/2026).
Penyematan status ramah pemudik ini bukan tanpa alasan. Walau usianya masih seumur jagung, masjid yang berada tepat di pinggir Jalan Diponegoro ini sudah curi start dalam memberikan kenyamanan bagi para pelintas jalan.
Ketua Pengurus Masjid Musafir Basri Latief mengungkapkan bahwa sejak didirikan, ritme kegiatan di masjid ini memang sangat kencang. Ia menyebut baru tiga bulan beroperasi namun kegiatannya sudah padat, mulai dari tabligh akbar, wisata religi, sampai menjadi tempat belajar Al-Qur’an bagi para wartawan.
Keberanian Masjid Musafir untuk langsung melayani pemudik secara totalitas diapresiasi langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Payakumbuh Hendri Yazid. Ia menilai pengurus masjid sudah menjalankan konsep ramah musafir bahkan sebelum program resmi dari pemerintah diluncurkan secara resmi.
Hendri Yazid menjelaskan bahwa masjid ini sudah siap beroperasi 24 jam dengan tempat salat yang nyaman, toilet bersih, serta area istirahat yang representatif sehingga benar-benar siap menyambut arus mudik Lebaran mendatang.
“Bahkan ada rencana pengembangan fasilitas yang bikin betah berupa penginapan berbasis syariah dengan sistem bayar sukarela. Tujuannya agar pengendara yang lelah merasa aman dan punya tempat beristirahat yang layak tanpa terbebani biaya tinggi,” ujarnya.
Senada dengan itu, Staf Ahli Wali Kota Payakumbuh Devitra menyebut masjid ini punya daya pikat tersendiri. Ia menilai siapa pun yang pernah datang ke sini pasti rindu untuk kembali karena area parkirnya luas dan fasilitasnya sangat mendukung pelayanan masyarakat.
“Dengan peresmian ini, Masjid Musafir bukan sekadar tempat singgah sementara, melainkan bukti bahwa usia muda bukan halangan untuk memberikan pelayanan prima bagi para pejuang mudik tahun 2026 ini,” pungkasnya. (Bayu)
