Payakumbuh – Belum juga kering keringat setelah sukses besar menggelar turnamen bergengsi PWI-Bhayangkara Cup I Tahun 2026 pada Sabtu (18/7/2026) lalu, PWI Paliko (Payakumbuh-Limapuluh Kota) tampaknya enggan memberikan jeda untuk sekadar bernapas lega. Organisasi profesi jurnalis ini langsung mencanangkan agenda baru untuk menggelar event-event spektakuler berikutnya.
Ketua PWI Paliko, Aspon Dedi, mengungkapkan bahwa antusiasme luar biasa dari gelaran perdana tersebut justru menjadi pemantik semangat baru bagi kepengurusannya. Saat menggelar acara makan bersama sekaligus pembubaran panitia PWI-Bhayangkara di RM Pergaulan Payakumbuh pada Senin (20/7/2026), pria yang akrab disapa Popon ini mengaku tertantang untuk terus menghidupkan atmosfer kompetisi dan kolaborasi di wilayah Luak Limopuluah. Bagi Popon, kesuksesan kemarin bukanlah titik akhir untuk beristirahat, melainkan awal untuk melompat lebih tinggi.
”Kami tidak ingin berhenti di sini. Sukses kemarin adalah bukti bahwa kolaborasi pers dan mitra kerja bisa menghasilkan multiplier effect yang positif. Ke depan, kami siap merancang event yang lebih besar, menarik, dan berdampak luas bagi masyarakat Luak Limopuluah,” ujar Popon dengan penuh semangat.
Menariknya, aroma rendang dan kesuksesan acara pembubaran panitia ini rupanya langsung tercium sampai ke Padang. Ketua SIWO (Seksi Wartawan Olahraga) Sumbar, Syaiful Husein, yang tampaknya punya radar kuat soal urusan makan-makan dan prestasi, langsung gerak cepat menelpon Ketua PWI Paliko.
Lewat sambungan telepon yang masuk tepat di sela-sela panitia sedang asyik membubarkan lauk-pauk di meja, Syaiful Husein melayangkan apresiasi setinggi langit atas suksesnya turnamen biliar dalam rangka HUT Bhayangkara tersebut. Ia bahkan geleng-geleng kepala melihat konsistensi PWI Paliko yang seolah punya stok baterai tanpa batas untuk menggairahkan olahraga di daerah.
Apresiasi senada juga datang dari luar provinsi. Ketua Pokja PWI Riau, Andre Zaky, menyarankan agar ritme kerja yang super cepat ini dilembagakan secara rutin. Menurutnya, PWI Paliko punya potensi besar menjadi barometer organisasi pers yang paling dinamis di Sumatera Barat khususnya Luak Limopuluah, salah satunya dengan menyusun kalender event tahunan yang terstruktur.
Pujian hangat pun mengalir dari Rusmel Dt. Sati, anggota PWI Solok. Ia menilai kepiawaian Popon dalam merangkul, memotivasi, dan menjaga komunikasi yang cair menjadi modal utama mengapa PWI Paliko bisa bergerak secepat kilat tanpa kehilangan kekompakan tim.
Sementara itu, ide segar datang dari wilayah tetangga. Ketua PWI Padang Panjang, Suprianto, menyarankan agar inovasi PWI Paliko tidak hanya berhenti di event olahraga yang rekreatif, tetapi juga mulai menginisiasi berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. (Bayu)
