Atlet Kerjurnas Tidak Diperbolehkan Ikut Porwanas

0 0
Read Time:2 Minute, 7 Second

Serang, zonamerah.co – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) PWI se-Indonesia menetapkan keputusan tegas. Atlet yang pernah tampil pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) tidak diperbolehkan mengikuti Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas).Keputusan tersebut disahkan dalam sidang Rakernas di Hotel Le Dian, Kota Serang, Banten, Sabtu (7/2/2026).

Ketentuan ini menjadi salah satu poin penting hasil Rakernas dan dinyatakan bersifat final. Forum menilai Porwanas harus tetap berada pada koridornya sebagai ajang olahraga khusus wartawan, bukan arena bagi atlet berpengalaman dari kompetisi murni prestasi.Sebelumnya sempat muncul usulan kompromi, yakni atlet yang pernah mengikuti Kejurnas tetap bisa tampil di Porwanas dengan syarat sudah tidak aktif selama 10 tahun.

Namun usulan tersebut akhirnya tidak diakomodasi setelah melalui pembahasan panjang di forum.Mayoritas peserta Rakernas menilai keikutsertaan eks atlet Kejurnas berpotensi mengurangi esensi Porwanas sebagai “alek”-nya wartawan. Selain itu, disparitas kemampuan dinilai dapat memicu ketimpangan persaingan serta gesekan di lapangan.

“Atlet yang pernah ikut Kejurnas kita sepakati bersama tidak dibolehkan mengikuti Porwanas ini. Karena ini adalah ajangnya wartawan, sekaligus untuk meminimalisir gesekan-gesekan di lapangan nantinya,” ujar salah seorang pengurus SIWO provinsi Kalimantan Tengah dalam forum tersebut.

Penegasan serupa juga disampaikan perwakilan SIWO Sumatera Barat, Andri Besman, didampingi Ketua Siwo PWI Provinsi Sumbar Syaiful Husen. Dia menekankan bahwa atlet Porwanas harus benar-benar berasal dari kalangan wartawan aktif, bukan “atlet titipan” yang secara administratif tidak memenuhi syarat profesi.

“Atlet Porwanas harus asli wartawan, sudah lulus UKW dan memiliki kartu biru PWI anggota biasa yang masih aktif. Jangan sampai ada atlet yang sudah dinyatakan lolos seleksi oleh panitia, tapi setelah dicek di aplikasi Dewan Pers ternyata tidak terdata lulus UKW,” tegas Andri.

Menurutnya, kelalaian dalam verifikasi administrasi berpotensi menimbulkan protes antardaerah saat pertandingan berlangsung. Kondisi itu bukan hanya mengganggu suasana kompetisi, tetapi juga mencederai semangat kebersamaan yang menjadi ruh Porwanas.

Karena itu, Rakernas mendorong panitia seleksi atlet di tiap provinsi agar lebih ketat dan selektif, baik dalam aspek keabsahan status kewartawanan maupun rekam jejak keolahragaan peserta.Langkah preventif ini dinilai penting untuk menghindari polemik yang sama terulang pada pelaksanaan mendatang.

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Erwin dari pengurus SIWO PWI Pusat menyatakan bahwa panitia selama ini telah berupaya menjalankan proses seleksi secara maksimal. Namun ia mengakui evaluasi tetap diperlukan.

“Panitia sudah melakukan seleksi sebaik mungkin. Tapi jika masih ditemukan hal-hal seperti yang disampaikan rekan-rekan daerah, tentu akan menjadi catatan penting untuk perbaikan penyelenggaraan Porwanas berikutnya,” ujarnya.

Dengan keputusan ini, Rakernas SIWO menegaskan komitmen menjaga Porwanas tetap sebagai panggung olahraga yang menjunjung profesionalitas wartawan, sportivitas, dan semangat persaudaraan antarsesama insan pers di seluruh Indonesia.(Nal)

Happy
Happy
100 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %