68 Santri Payakumbuh Resmi Lulus Jalur Surau

0 0
Read Time:1 Minute, 53 Second

​Payakumbuh — Setelah sempat vakum selama beberapa tahun akibat hantaman pandemi COVID-19, suasana khidmat dan penuh haru kembali menyelimuti Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Payakumbuh Timur. Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Mudarma yang berbasis di Surau Palito Jannah sukses menggelar perhelatan akbar Khatam Al-Qur’an dan Wisuda Iqra IV pada Senin (15/6/2026).

​Dalam momentum kelulusan “jalur surau” ini, sebanyak 68 santri dinyatakan lulus dan ambil bagian. Rinciannya terdiri atas 46 peserta khatam Al-Qur’an, 14 peserta wisuda Iqra, serta delapan peserta yang unjuk gigi dalam lomba hafalan Surah Al-Fatihah. Kehadiran Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, menambah kesakralan acara saat ia melepas langsung peserta pawai khatam.

​Dalam sambutannya, Elzadaswarman menegaskan bahwa Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah komando Wali Kota Zulmaeta menaruh perhatian besar pada kelulusan model ini. Pemko terus berkomitmen memperkuat pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berlandaskan nilai keagamaan melalui pembinaan TPQ, peningkatan kapasitas guru mengaji, serta dukungan penuh terhadap aktivitas keagamaan di masyarakat.

​Langkah ini sejalan dengan visi pembangunan Kota Payakumbuh 2025–2029, yaitu “Payakumbuh Maju Bermartabat melalui Pemberdayaan, Pengembangan Kualitas Pendidikan, dan Sentra UMKM yang Kompetitif”. Pemko meyakini fondasi karakter generasi muda harus kokoh sejak usia dini.

​Ia tidak menampik bahwa tantangan generasi muda di era digital kian kompleks. “Gawai dan pengaruh lingkungan dapat menjadi tantangan bagi tumbuh kembang anak. Karena itu, membiasakan anak dekat dengan masjid dan Al-Qur’an merupakan investasi terbaik untuk masa depan mereka,” tambahnya.

​Rasa syukur mendalam juga diungkapkan oleh Pengelola TPQ Mudarma, Refdinel. Baginya, melihat 68 santri ini diwisuda adalah sebuah berkah luar biasa setelah sekian lama aktivitas mereka terbelenggu pembatasan sosial.

​Sebagai informasi, TPQ Mudarma yang berdiri sejak 2014 ini pertama kali menggelar khatam Al-Qur’an pada tahun 2016. Namun, hantaman pandemi memaksa tradisi syiar ini mati suri selama bertahun-tahun.

​”Alhamdulillah, setelah melalui masa yang cukup panjang, tahun ini kami kembali dapat melaksanakan khatam Al-Qur’an dan wisuda Iqra. Ini menjadi kebahagiaan sekaligus penyemangat bagi kami untuk terus membina anak-anak dalam belajar Al-Qur’an,” ungkap Refdinel lega.

​Menutup jalannya acara, Refdinel menaruh harapan besar agar sinergi antara pemerintah daerah, ninik mamak, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga terus mengalir. Kolaborasi ini dinilai krusial demi mendongkrak kualitas sarana dan prasarana pembelajaran di Surau Palito Jannah agar mampu merangkul lebih banyak anak-anak di masa depan. (Bayu)

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %